Pengamat Politik: Peluang Jenderal Gatot dan AHY jadi Capres Tipis karena Faktor-faktor Ini


SURATKABAR.ID – Adi Prayitno yang merupakan salah satu pengamat politik tanah air menilai kapasitas beberapa kandidat yang bakal mencalonkan diri di Pilpres 2019, masih belum cukup kuat. Beberapa malah masih berada pada level calon wakil presiden (cawapres) saja. Salah satunya yang telah dianalisa yakni Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Jadi menurut saya kapasitas mereka masih pada level cawapres. Belum level capres seperti Prabowo dan Jokowi. Paling banter keduanya (Gatot dan AHY) mengincar posisi calon RI 2, entah itu berpasangan dengan Jokowi atau Prabowo,” demikian beber Adi pada tim wartawan, sebagaimana dikutip dari laman JPNN, Kamis (6/7/2017).

Adi Prayitno yang dikenal malang melintang sebagai pengajar di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini membeberkan pandangannya berdasarkan fakta yang mengemuka.

Misalnya terhadap Gatot, meski memiliki kedekatan dengan umat Islam, namun yang bersangkutan tak memiliki partai politik sebagai kendaraan untuk maju.

Baca juga: Fahri Hamzah Minta Kasus Rizieq dan Al-Khathath Dihapus, Ini Opsi Lain yang Ditawarkannya

“Demikian juga dengan AHY, bukan kader Demokrat. Ia hanya putra mahkota mantan presiden SBY yang pengalaman politiknya baru sebatas Pilkada Jakarta,” sebutnya.

Faktor signifikan berikutnya, lanjut Adi, jika ambang batas pencalonan presiden nantinya disetujui di angka 20-25 persen, maka akan sangat sulit bagi Gatot dan AHY untuk maju lebih lanjut menjadi capres.

“Jadi, meski kemungkinan menjadi capres masih terbuka lebar, namun peluangnya cukup tipis,” tutupnya.

Akbar Tanjung Anggap Nurmantyo Pantas jadi Cawapres

Jauh sebelumnya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo pernah menegaskan bahwa dirinya sebagai pimpinan tertinggi TNI merasa tidak etis berbicara soal calon presiden untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

“Jadi, saya bilang tabu, tidak etis, karena saya (TNI) di bawah Presiden. Justru, TNI bercita-cita mendukung pemerintah apabila pemerintah berjalan lancar,” tuturnya di sela ziarah ke makam mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (27/9/2016) lalu, mengutip laman Antara.

Gatot mengaku tabu bagi TNI berbicara masalah Presiden ataupun Wakil Presiden, mengingat posisi dirinya sebagai panglima TNI itu berada di bawah Presiden.

Belakangan, pimpinan tertinggi TNI yang namanya masuk bursa capres dalam survei yang dilakukan Segitiga Institute itu memang pernah diangkat namanya oleh politisi senior Partai Golkar, Akbar Tanjung. Menurut Akbar Tanjung, Gatot dikatakan memang pantas menjadi cawapres.

Demokrat Dukung Penuh AHY 

Baca juga: Ternyata Pelapor Anak Jokowi Juga Berstatus Tersangka Ujaran Kebencian, Maling Teriak Maling? (Video)

Sementara itu, sempat terlontar dari Partai Demokrat bahwa parpol tersebut tak akan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng) maupun di Jawa Timur (Jatim) pada 2018 mendatang.

Wakil Ketua Dewan Pembina PD Agus Hermanto menyebutkan, “Lebih banyak usulkan Mas AHY jadi kandidat capres atau cawapres,” tegas Agus pada Rabu (10/5/2017) lalu, dalam laporan JPNN.