Duga Adanya Pembodohan Publik, LSM Laporkan Kasus ‘Bayi Ajaib’ Enrekang ke Polisi


SURATKABAR.ID – Beberapa waktu ini, netizen digegerkan oleh peristiwa kelahiran ‘bayi ajaib’ yang terjadi di Dusun Penja, Desa Karueng, Kecamatan Enrekang, Sulawesi Selatan. Sampai saat ini, kabar kelahiran bayi tersebut masih saja mengundang kehebohan.

Pihak polisi yang mulai curiga menggali informasi terkat kejadian yang menghebohkan warga Enrekang tersebut. Hanya, pihak Polres Enrekang belum bisa menginvestigasi terlalu jauh lantaran kasus tersebut bersifat delik aduan. Dan pihak Polres Enrekang membutuhkan pelapor untuk melakukan penyelidikan terhadap sesuatu yang dianggap aneh tersebut.

Menanggapi hal itu, Komunias Perlindungan Perempuan dan Anak Massenrempulu (KP2AM) menyebukan jika mereka siap untuk menjadi pelapor dalam kasus tersebut, agar memudahkan pihak kepolisian untuk menguak fakta yang sebenarnya terjadi.

Baca juga: Kisah Sedih Maulana, Derita Penyakit Kulit Ekstrem dan Harus Menahan Gatal Luar Biasa Sejak Usia 8 Bulan

“Kami siap melaporkan kejadian ini, karena itu termasuk pembodohan publik,” kata Ketua KP2AM Sry Yanti Nigsih, pada Selasa (4/7/2017) seperti yang tertera di tribunnews.com

Tetapi pihaknya masih menunggu i’tikad baik dari pihak keluarga bayi tersebut untuk membuta fakta terkait kejadian yang sebenarnya.

“Kita kasih kesempatan dulu mengaku, tapi kalau mereka masih tidak mau, kami buat laporan ke kepolisian untuk mengungkap kebenarannya,” tegas Sry.

Meskipun demikian pihaknya masih akan memberikan pendampingan terhadap ibu dan bayi agar tidak stres. Dia berharap jika kejadian tersbut segera terjawab dan terkuak kebenarannya agar masyarkat terhindar dari praduga yang tak benar.

Baca juga: Patah Hati Massal! Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Menikah pada 31 Oktober

Dan di sisi lainnya, pihak kepolisian Polres Enrekang sampai sekarang ini masih mendalami kasus bayi ajaib tersebut yang kabarnya dilahirkan oleh Utje Ramadni (UR) di Dusun Penjang, Karuen, Enrekang. Sampai saat ini tercatat sudah dua orang yang dipanggil ke Mapolres Enrekang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Tadi kita sudah minta keterangan Jasman (ayah Utje) dan neneknya, terkait kasus itu,”  papar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Enrekang pada Selasa (4/7/2017)

Dia lalu menjelaskan jika pemanggilan kedua orang tersebut masih sebatas mencari informasi dan mengumpulkan data. Hanya saja, Irwanto enggan untuk membeberkan hasil dari pemeriksaan tersebut.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPatah Hati Massal! Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Menikah pada 31 Oktober
Berita berikutnyaPersis Boneka Barbie, Netizen Tak Yakin Model Ini Manusia