Terjawab Sudah Debat Telur atau Ayam Duluan, Inilah Ketetapan Ilmiahnya

Sudah tak perlu dipertanyakan lagi karena kesimpulannya telah resmi ditetapkan!


SURATKABAR.ID – Entah sejak kapan, pertanyaan soal “ayam atau telur, manakah yang lebih dulu ada?” selalu menjadi perdebatan masyarakat umum. Banyak yang berpendapat ayamlah yang lebih dulu ada. Namun tak jarang juga yang berasumsi telurlah duluan yang muncul di dunia. Meski begitu, hal ini belum sampai pada jawaban mantap dan mengambang saja pada hipotesa.

Melansir laman IDN Times, Selasa (4/7/2017), Stephen Hawking yang merupakan salah satu orang dengan IQ jajaran tertinggi di dunia, mulai membawa masalah ayam dan telur ini dengan lebih serius. Stephen Hawking yang pernah mencetuskan beberapa teori Fisika universal (dan kontroversial) tersebut menyebutkan bahwa yang duluan ada adalah telur. Semua orang saat itu percaya padanya begitu saja, lantaran ia dianggap pintar. Benarkah kesimpulan Hawking sudah tepat?

Ayam Duluan

Jawaban Stephen Hawking soal telur duluan itu SALAH! Yang benar adalah ayam duluan. Fakta ini telah diungkapkan oleh para peneliti Inggris pada musim panas tahun 2010. Mereka meretakkan telur ayam sampai akhirnya mereka menemukan bahwa protein yang dibutuhkan untuk membentuk cangkang telur itu secara eksklusif HANYA ditemukan di ovarium dari ayam. Sehingga mudah disimpulkan bahwa ayam itu ada duluan, karena cangkang telur tak bisa dibuat tanpa protein tersebut.

Lalu darimana ayam berasal? Apapun nama spesiesnya masa dulu, ayam telah berevolusi dan mengalami sejumlah penyesuaian adaptif alam hingga menjadi wujudnya yang seperti sekarang.

Baca juga: Inilah 4 Ide Penemuan yang Brilian Tapi Gagal Diproduksi Masal

Protein Ovocledidin-17 

Penelitian yang sama juga menguak bahwa telur memerlukan protein khusus untuk terbentuk dan penemuan ini menggiring pada penemuan yang lebih bermanfaat untuk hidup manusia.

Protein ovocledidin-17 mengontrol proses kristalisasi cangkang telur dan tanpanya, cangkang tak akan bisa terbentuk.

Para peneliti hanya berusaha untuk mendinginkan perdebatan antara Hawking dengan kebanyakan peneliti lainnya. Justru dengan pertanyaan sederhana ini mampu membuat para peneliti menemukan cara menakjubkan yang bisa diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

Seperti halnya lebih menguatkan tulang sintetis ataupun menghentikan dampak global warming. Tepat sekali, dari cara kerja ilmiah cangkang telur tersebut rupanya juga bisa menghentikan dampak global warming.

Pasalnya, sistem kerja kristalisasi cangkang telur ayamlah yang bisa diterapkan untuk mengatasi polusi dan dampak global warming lainnya.

Salah satu cara terbaru yang dilakukan oleh para peneliti untuk melawan global warming adalah dengan cara menangkap semua karbondioksida berlebih yang dibuang oleh kendaraan bermotor ataupun berbagai produk kosmetik spray. Setelah ditangkap kemudian dikumpulkan sampai bisa dicoba untuk dibentuk menjadi TV layar datar.

Protein yang membentuk cangkang telur tersebut dapat membantu kita mengkristalisasi karbondioksida menjadi batu gamping, supaya bisa ditaruh sebagai penghias lingkungan. Mengingat bebatuan yang diletakkan begitu saja sebagai penghias tak akan membahayakan lingkungan, bahkan bisa digunakan untuk membangun suatu infrastruktur bangunan.

Baca juga: Enrekang Gempar! Usai Tahajud, Wanita Ini Langsung Hamil Selama 3 Jam dan Melahirkan Bayi yang Fasih Ucapkan Assalammualaikum

Siapa sangka dari pertanyaan sederhana ini: duluan mana telur atau ayam, justru malah bisa membawa dunia ke arah yang lebih baik. Pertanyaan-pertanyaan sederhana kadang memang menyimpan jawaban rahasia alam yang luar biasa. Jadi jangan pernah meremehkan pertanyaan hidup yang terkesan sepele. Mengingat setiap pertanyaan pasti punya jawabannya, maka tinggal manusianya saja yang sungguh berusaha untuk menyibak jawabannya.