Termakan Zaman, 4 Pekerjaan Kuno Ini Akhirnya Punah dari Negeri Kita


    SURATKABAR.ID – Telah jelas terbukti bahwa pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini berpengaruh besar pada gaya hidup masyarakat. Sejumlah kebiasaan baru yang muncul akibat penyesuaian tersebut menciptakan gaya hidup yang benar-benar baru. Perubahan tersebut tak hanya terlihat dari habit dan gaya hidup saja, tapi juga memengaruhi ranah pekerjaan. Beberapa pekerjaan jadi sangat terbantu oleh kecanggihan teknologi. Di sisi lain, jenis pekerjaan yang terbilang kuno harus rela punah, musnah dan menghilang sebagai imbasnya.

    Beberapa pekerjaan berikut dulunya pernah dilakukan dan terbilang umum di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, karena kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian mutakhir, akhirnya orang-orang yang mencari nafkah dari profesi ini pun harus rela dilibas zaman. Inilah 4 pekerjaan tersebut, sebagaimana dilansir dari reportase Viva, Senin (3/7/2017).

    1. Tukang abu gosok

    Abu gosok merupakan sisa pembakaran tumbuhan yang berfungsi untuk membersihkan peralatan dapur. Meski saat ini abu gosok masih bisa dibeli di pasar, tetapi sudah tidak ada lagi tukang yang menyediakan jasa abu gosok. Bagi para Generasi Milenial (Generasi 90-an) yang berada di masa transisi perubahan zaman ini, tentu pernah menyaksikan, mengalami dan mungkin menggunakan sendiri jasa dari paman tukang abu gosok ini.

    Baca juga: Ledek Anggota Polisi, Petinggi Satpol PP Jabar Langsung Dibeginikan

    2. Penjaga wartel

    Sewaktu telepon genggam apalagi ponsel pintar belum merajalela dan internet tak sepopuler seperti sekarang ini, umumnya masyarakat berkomunikasi hanya melalui telepon rumah dan pager. Oleh sebab itu, wartel alias warung telepon sangatlah berperan penting di zamannya. Lagi, lagi, Generasi 90-an pasti sudah familiar dengan masa-masa ini. Wartel merupakan sebuah tempat untuk pelayanan jasa komunikasi umum.

    Tempat ini dulunya sangat populer sebelum posisinya digantikan telepon genggam yang kini kian menjamur. Saking populernya, bahkan anak-anak sekolah pun kerap menjadikannya tempat menongkrong.

    Biasanya, ada seorang penjaga wartel yang tugasnya memberikan bill tarif telepon. Namun karena sekarang sudah hampir semua orang punya ponsel, maka banyak wartel yang sudah tak laku lagi dan terpaksa gulung tikar. Para penjaganya pun kemudian harus beralih ke profesi lain.

    3. Pencari puntung rokok

    Pencari puntung rokok bisa dibilang mirip seperti penadah barang bekas. Puntung rokok yang dianggap sampah dan sewajarnya dibuang begitu saja itu dulunya pernah bernilai dan bisa menghasilkan uang. Para pencari puntung rokok akan mengumpulkan benda kotor ini untuk kemudian dijual kembali.

    4. Tukang reparasi mesin tik

    Zaman sekarang, mesin tik sudah dianggap kuno. Tokh sudah ada komputer yang dengan mudahnya dapat dioperasikan untuk menulis dokumen, misalnya. Tapi pada zaman dahulu kala, orang-orang menggunakan mesin tik. Bahkan mesin ini dianggap mewah saat itu, lantaran tidak semua orang bisa memilikinya. Siapapun yang memilikinya atau bisa mengoperasikannya, maka orang tersebut bisa dianggap jenius atau selangkah lebih modern.

    Baca juga: Mencengangkan! 9 Calon Komisioner Komnas HAM Terindikasi Berkaitan dengan Ormas Radikal Ini

    Pentingnya eksistensi mesin tik ini lantas memunculkan pekerjaan berupa penyedia jasa reparasi mesin ketik, alias tukang reparasi mesin tik. Namun sayang, karena sekarang mesin tik sudah kalah jauh dan tergantikan oleh komputer, maka pekerjaan reparasi ini pun menghilang ditelan waktu.

    Adakah pekerjaan lain yang serupa dan sudah punah dari Indonesia yang kamu tahu?