Hebat! Mahasiswa Untag Ciptakan Aplikasi Android ‘Pemanggil’ Ikan, Begini Cara Kerjanya


SURATKABAR.ID – Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya Jawa Timur yang bernama Afis Sabi Masrury berhasil mengembangkan aplikasi berbasis Android yang berkenaan dengan pengembangan kemaritiman Indonesia—Fish Finder. Aplikasi melalui smartphone atau ponsel pintar ini berfungsi untuk mempermudah kinerja nelayan dalam mendeteksi dan memanggil ikan di kedalaman laut 100 meter.

“Merakit alat ini butuhkan dana kurang lebih Rp 5 juta, untuk kamera GoPro dan sensor Ardiuno. Sedangkan di Android-nya terdapat tiga informasi. Pertama grafik permukaan dasar air, kontrol kamera, kontrol frekuensi pemanggil ikan yang menggunakan sensor sonar dan buzer 5 volt dan bisa memanggil ikan maksimal hingga 30 meter,” urai Afis saat dikonfirmasi tim wartawan, lansiran reportase Liputan6.com, Minggu (2/7/2017).

Menurut penjelasan Afis, ia sengaja memanfaatkan penggunaan smartphone utnuk pengembangan aplikasi ini, mengingat saat ini semua kalangan masyarakat termasuk para nelayan sudah memiliki smartphone.

“Sebenarnya teknologi Fish Finder itu sudah ada, cuma harganya cukup mahal, kisaran puluhan juta Rupiah. Alasan dibuatnya aplikasi ini karena nelayan yang menggunakan HP Android (smartphone), sehingga para nelayan kecil dapat menjangkaunya,” Afis menerangkan.

Baca juga: Begini Tips Sukses ala Diaspora dari Sehat Sutardja: Ciptakan Hal yang Mustahil

Mahasiswa Teknik Informatika semester 7 ini menjelaskan, ada tiga fungsi yang menempel pada alatnya. Diantaranya display grafik dasar laut yang berguna untuk mengetahui kontur tanah di dasar laut.

“Jika grafiknya lurus, berarti konturnya datar. Tapi kalau grafiknya naik turun, berarti kontur tanahnya bergelombang atau berbatu. Grafik itu bisa dilihat melalui smart phone,” ungkap Afis, melansir Tribun Surabaya, Minggu (2/7/2017).

Fungsi kedua ialah display kamera yang berfungsi untuk memastikan bahwa sinyal yang diterima melalui sensor sonar benar-benar ikan atau bukan.

Kelemahannya, kamera yang digunakannya tidak mampu melihat saat kondisi air keruh.

“Dibutuhkan kamera infrared agar pendeteksinya berfungsi maksimal,” terangnya lagi.

Dapat Digunakan Tanpa Quota

Ia juga menambahkan, ponsel pintar digunakan sebagai pengganti posisi GPS (Global Positioning System) Garmin dalam membaca hasil pembacaan sensor Fish Finder. Dan dengan teknologi Bluetooth yang cukup canggih dapat menghemat biaya pengeluaran nelayan lantaran tak perlu lagi membeli pulsa paketan untuk menghubungkannya dengan alat pembaca lokasi ikan.

“Alat ini cukup dipasang di dasar atau samping perahu, maka alat ini bisa mendeteksi keberadaan ikan di lokasi nelayan sedang berhenti, serta sonar sensor berguna untuk memanggil ikan, sehingga teknologi ini dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan,” tutur mahasiswa berprestasi tersebut memungkasi.

Baca juga: Gadis Cantik Kuli Bangunan Ini Gemparkan Medsos! Siapa Sangka, Begini Kisah Sedih di Baliknya

Aplikasi yang dapat diunduh di Google Play Store tersebut sudah tentu dapat digunakan oleh Anda yang hobi memancing.