Menurut Prof Romli, Kinerja KPK dan ICW Sudah Menyimpang. Ini Buktinya


SURATKABAR.ID Direktur Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik (LPIKP) Prof Romli Atmasasmita menyatakan pendapatnya mengenai kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Secara tegas, Romli menilai dua lembaga ini telah menyimpang dari tujuan awal pembentukan.

Romli mengungkapkan pendapatnya tersebut melalui akun twitter pribadinya, @rajasundawiwaha.

Berdasarkan analisis yang dilakukannya tersebut, ia bekeinginan untuk menjadi salah satu narasumber dalam Panitia Khusus Angket KPK dengan tujuan mengoreksi kinerja KPK. Ia menegaskan jika apa yang disampaikannya lewat Twitter merupakan isi dari buku ‘Sisi Lain Akuntabilitas KPK dan Lembaga Pegiat Antikorupsi: Fakta dan Analisis oleh Lembaga Pengkajian Independen Kebijakan Publik’. Buku tersebut ditulisnya sendiri.

Ia menambahkan jika buku tersebut ditulis berdasarkan data dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas KPK dan audit keuangan ICW oleh kantor akuntan Yanuar dkk.

“Itu buku dari LPIKP. Inikan begini saya pake data laporan BPK, dan yang memeriksa BPK,” ungkap Romli singkat, Sabtu (1/7/2017), dikutip dari republika.co.id.

Baca Juga: KPK Yakin Akan Dibela Begini Oleh Rakyat, Jika Sampai Anggarannya Dibekukan DPR

Melalui akun medsosnya tersebut ia mengungkapkan jika ada pelanggaran Undang-undang Hibah yang dilakukan oleh KPK dan ICW. Hal itu terkait dengan sejumlah dana asing atau dana hibah yang mengalir ke kedua lembaga tersebut.

“Menurut keterangan Taufik Ruki Plt. Pimpinan KPK Kepada Direktur LPIKP bahwa KPK Jilid III telah menandatangani MOU dengan negara donor. Akan tetapi, aliran dana dari donor tidak ditransfer ke rekening KPK melainkan langsung ke rekening LSM Antikorupsi. LPKIP belum memperoleh data perihal tersebut di atas, akan tetapi memiliki keyakinan bahwa informasi yang disampaikan Taufik Ruki adalah benar,” tulis Romli dalam buku Sisi Lain Akuntabilitas KPK dan Lembaga Pegiat Antikorupsi: Fakta dan Analisis.

Ia menjelaskan jika total hibah yang diterima ICW merunut pada laporan keuangan periode 2005-2014 dengan total IDR 91.081.327.590.02 dan hibah asing IDR 54.848.536.364.73.

“Total dana ICW terbanyak dari 52 donor asing pasti tidak ada yang gratis minimal laporan kinerja dan laporan pertanggung jawaban,” tulis Romli lagi melalui Twitternya.

Baca Juga: Video Detik-Detik Usaha Penyelamatan Bocah Tenggelam di Kolam Wego Lamongan

Berdasarkan bukti-bukti tersebut Romli berharap Pansus Angket KPK mendorong penyelidikan serta meminta pertanggungjawaban KPK atas beberapa pelanggaran yang dimaksudkannya. Bahkan ia berhadap KPK bertanggungjawab atas nasib 36 tersangka tanpa bukti perkara-langgar KUHAP dan 77 perkara tidak lanjut ke penuntutan yang telah melanggar UU KPK.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaAnies Baswedan: Saya Punya Tanggung Jawab Menjaga Kebhinnekaan di Jakarta
Berita berikutnyaIbrahimovic Tinggalkan Man United, Kemana Dia Bakal Pindah?