Anies Baswedan: Saya Punya Tanggung Jawab Menjaga Kebhinnekaan di Jakarta


SURATKABAR.ID – Anies Baswedan, Gubenur terpilih DKI Jakarta untuk periode 2017-2022, menyebutkan jika kondisi umat beragama setelah Pilkada 2017 akan segera membaik. Dirinya mengaku akan memikul tanggung jawab untuk menjaga toleransi antara kelompok beragama setelah dilantik menjadi Gubenur.

“Saya punya tanggung jawab menjaga kebhinnekaan. Ada isu soal identitas dan disparitas. Ini harus diselesaikan secara beriringan sehingga ketika ada perbedaan, mengelolanya mudah,” ujar Anies pada sesi diskusi di Kongres Diaspora Indonesia, Jakarta, Sabtu (1/7/2017), seperti yang tertera di bbc.com

Anies tidak mengelak jika situasi kebhinekaan menurun setelah pertaruangan pilkada DKI Jakarta. Namun ia yakin kondisi tersebut akan segera membaik seiring selesainya tahapan pilkada.

“Secara umum masyarakat Indonesia memiliki sikap toleran, tapi tidak lepas dari masalah. Pilkada adalah pelajaran tentang kebhinekaan tapi sekarang kita semakin lebih dewasa,” ujarnya.

Baca juga: Blak-Blakan! Ternyata Begini Pendapat Obama Tentang Jokowi

Dodo Ambardi, peneliti Lembaga Survei Indonesia menyebutkan jika sangat sulit untuk memecahkan ketegangan antar umat beragama dalam waktu dekat, apalagi dua tahun ke depan akan digelar Pemilu Presiden 2019. Dodi menyebutkan jika perpecahan politik bisa disembuhkan jika para elit telah berbenah atau membereskan diri terlebih dahulu.

“Merekalah yang memobilisasi isu-isu sektarian, isu-isu SARA. Jadi mereka yang beres dulu. Kalau mereka, misalnya, tidak memantik api dengan isu SARA, saya kira polarisasi di tingkat pemiilihnya, akan menurun draktis,” papar Dodi

Sementara Anies menilai jika ketimpangan kesejahteraan berpotensi menjadi pemicu utama konflik antarumat beragama. Ia berjanji akan menghadirkan peluang ekonomi yang sama bagi setiap warga Jakarta

Baca juga: Salut! Berikan Pelayanan Maksimal, Kapolres Surabaya Sampai Gendong Penyandang Disabilitas Ini

“Disparitas di Jakarta itu dashyat, yang miskin, yang tidak bekerja, yang tidak sekolah. Tugas gubernur adalah membangun suasana persatuan itu dengan cara membereskan ketimpangan,” tuturnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaRindu Ibu, Tiga Bocah Ini Gowes Sepeda dari Sumatera Selatan ke Tangerang
Berita berikutnyaMenurut Prof Romli, Kinerja KPK dan ICW Sudah Menyimpang. Ini Buktinya