Dilema Warga Qatar: Tak Mau Sentuh Produk Arab Saudi, Tapi Tak Suka Konsumsi Susu Iran dan Turki


SURATKABAR.ID – Di awal Juni, Arab Saudi telah menutup satu-satunya perbatasan Qatar karena perselisihan diplomatik antara negara-negara teluk. Hal ini membuat penduduk di Ibu kota Qatar membanjiri supermarket untuk mencari persediaan makanan. Banyak warga yang menimbun produk dari Almarai, perusahaan susu yang berbasis di Arab Saudi, karena takut terimplikasi blokade untuk sebuah negara gersang yang mengimpor 80 persen makanannya.

Tetapi negara-negara seperti Turki dan Iran dapat melangkah masuk untuk memastikan toko bahan makanan Qatar tetap penuh. Dan kini banyak penduduk yang tidak mengonsumsi susu dari negara tetangga Dewan Koordinasi Teluk (GCC) yang memblokade mereka. Demikian sebagaimana diwartakan dalam Republika, Sabtu (1/7/2017).

“Orang-orang semua menanyakan dari mana produk itu berasal. Jika saya mengatakannya kepada mereka Saudi atau Dubai, mereka tidak mau,” tutur Ranjit Kumar Pulami, seorang petugas penjualan di toko bahan makanan Al Meera di Doha.

Fasad Jasim Al Tamemi yang merupakan salah satu pembeli mengaku tidak membeli produk-produk dari negara-negara tersebut.

Baca juga: Gadis Cantik Kuli Bangunan Ini Gemparkan Medsos! Siapa Sangka, Begini Kisah Sedih di Baliknya

“Saya tidak membeli produk tersebut,” ujarnya.

Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni dengan menuduh Doha mendukung “ekstremisme” dan bergeser terlalu dekat dengan Iran. Di sisi lain,  tuduhan tersebut telah berkali-kali ditampik Qatar.

Di supermarket, produk Almarai berada di tumpukan berlabel tanda diskon dalam upaya menarik pembeli. Adapaun warga yang telah membelinya pada hari-hari awal blokade sekarang menyesali tindakannya. Salah satu warga Qatar, Hessa (22) mengaku mendatangi orang-orang yang memberikan susu Turki, meski rasanya sedikit aneh.

Hessa dan keluarganya yang sebelumnya telah menyimpan cadangan susu buatan Arab Saudi mengaku telah membuang seluruh susu mereka punya.

“Jujur saja, rasanya aneh (Susu Turki) tapi kita masih mengatakan, ‘Kami menyukainya! Susu Turki sangat bagus! Kami tidak membutuhkan produk Saudi!,” tandas Hessa.

Hubungan antara negara-negara GCC diperkirakan tidak mengalami perubahan. Rasa nasionalisme yang ditampilkan oleh penduduk Qatar berakhir dengan urusan perut.

“Ini benar-benar satu-satunya cara untuk menunjukkan bahwa kami membalasnya,” tambah Hessa.

Dia menyebutkan, tidak ada lagi yang dapat dilakukan selain menghindari produk Arab Saudi dan mulai membiasakan diri mengonsumsi produk Turki.

Sementara itu, simbol protes juga dilakukan Muhammad (24). Dia mendiamkan botol susu stroberi selama tiga minggu di kulkas tanpa menyentuhnya. Dia mengatakan, sebelumnya ibunya tergoda untuk membeli susu Almarai (produk Arab Saudi) karena diskon yang tinggi.

“Tapi kemudian adikku menatapnya jijik,” imbuh Muhammad.

Qatar tetap konsisten dengan keputusan untuk tidak melakukan tindakan pembalasan terhadap negara-negara Arab. Sementara itu, Qatar Media Corporation merilis sebuah iklan yang menggambarkan seorang wanita Qatar membeli susu Arab Saudi dengan kata-kata yang mengecilkan perilaku memboikot.

Dalam sebuah wawancara di saluran berita Al Arabiya milik Saudi, seorang analis politik mengatakan Qatar akan “menyerah” karena ketidakmampuan warga untuk menyesuaikan diri dengan makanan Turki dan Iran.

Wawancara tersebut memancing citra yang banyak tersebar di media sosial yang digambarkan oleh pria Qatar yang menjilati susu di kumisnya, dengan tulisan dalam bahasa arab yang artinya, “Sudah dikatakan bahwa perut Qatar tidak bisa menangani susu Turki. Apa yang Anda katakan?”

Baca juga: Soal Heboh Video Petugas Kepolisian Bentak Pemobil, Begini Respon Kapolres Surakarta

Shayma Alkeilani, pelajar Suriah yang sedang berbelanja di toko makanan Al Meera di Doha mengklaim dirinya menghindari produk buatan Arab Saudi, Dubai dan Mesir.

“Mereka tidak menarik minat saya lagi. Melihat apa yang mereka katakan dan lakukan, Anda akan merasa lebih buruk jika Anda membelinya dari mereka,” tandasnya.