Muslim jadi Minoritas, Festival Ini Meriahkan Idul Fitri di Kanada


    SURATKABAR.ID – Di Kanada, masyarakat yang menganut agama Islam hanya sekitar 6 persen dari seluruh warga Kanada. Jumlahnya sekitar 15 ribu orang.

    Meski Islam merupakan salah satu agama minoritas di Kanada, namun saat Lebaran tiba, kemeriahaan akan menjadi salah satu ciri khasnya.

    Setiap Idul Fitri tiba, seperti di negara-negara lain, umat Islam akan melaksanakan salat Idul Fitri. Selanjutnya, mereka akan menggelar sebuah festival unik yang dilakukan hanya setahun sekali.

    Mereka akan berkumpul di Winipec Convention Center untuk menjalin silaturahin antar umat Islam di Kanada. Anak-anak akan menggambari wajah mereka dengan cat atau alat make-up warna-warni. Mereka juga akan mendapatkan harum manis dari orang dewasa sebagai hadiah Lebaran.

    Baca juga: Tradisi Binarundak saat Lebaran di Sulawesi Utara, Bikin Gagal Diet

    Tidak hanya itu, kegembiraan pun makin bertambah dengan adanya sejumlah wahana seru yang tersedia. Saat Lebaran, biasanya akan ada wahana berjalan dalam bola plastik, wall climbing, serta permainan adu pukul yang begitu heboh.

    Kemeriahan festival ini makin terasa dengan adanya pertunjukan sirkus yang digelar sebagai hiburan untuk setiap orang yang datang.

    Selain beragam jajanan manis, permainan dan wahana seru, serta pertunjukan sirkus, dalam festival ini ada sebuah kegiatan yang mirip dengan perayaan Idul Fitri di Indonesia, yakni pukul beduk.

    Seperti di Indonesia, kegiatan pukul beduk di Kanada juga diminati oleh para warga yang hadir. Penampilan para peserta pukul beduk memukau setiap orang yang melihatnya.

    Di malam hari, masyarakat akan disuguhi pertunjukan lempar api yang dilakukan oleh ahli. Kegiatan seru untuk merayakan Idul Fitri ini kemudian ditutup dengan pertunjukan kembang api.

    Meski masyarakat Muslim adalah kaum minoritas di Kanada, mereka memiliki wadah untuk mengekspresikan kebahagiaan dan merayakan Hari Besar Keagamaannya.