Umat Muslim di 2 Daerah Ini Baru Laksanakan Salat Ied Tadi Pagi


SURATKABAR.ID – Ribuan jamaah Thoriqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah Al-Aliyah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur baru menggelar salat hari raya Idul Fitri, Senin pagi (26/6/2017) tadi. Mereka mengambil keputusan tersebut karena beberapa faktor. Berdasarkan ruqyah yang dilakukan pada hari Sabtu sore (24/6/2017) lalu, hilal masih belum tampak.

Mereka  tampak berduyun-duyun mendatangi masjid di Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur,  Senin pagi (26/6/2017). Setelah mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil prosesi salat hari raya pun dimulai dengan dipimpin oleh imam sekaligus Khatib KH Mustain, ulama setempat. Demikian sebagaimana dilansir dari reportase Sindonews, Senin (26/6/2017).

Saat dikonfirmasi mengenai perbedaan dalam menentukan salat hari raya Idul Fitri ini, KH Nasuha Anwar selaku pimpinan Thoriqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah Al-‘aliyah menjelaskan, pada hari Sabtu sore lalu timnya bersama-sama dengan tim dari Kementerian Agama telah melakukan ruqyah di beberapa tempat. Ruqyah tersebut diantaranya dilakukan di Gresik, Tuban dan di Markas TNI AU Satradar 222 Kabuh Jombang.

Sebagai hasil, hilal masih belum tampak. Atas dasar inilah dia memutuskan hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Senin bukan hari Minggu.

Baca juga: Begini Isi Doa Jemaat Katedral untuk Umat Islam Saat Idul Fitri Hari Ini

Meski putusan tersebut tidak sama dengan keputusan pemerintah, namun menurut Nasuha, perbedaan dalam menentukan salat hari raya ini harus dihormati oleh semua pihak. Karena menjalankan agama sesuai keyakinan juga dilindungi oleh undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Tarekat Syattariyah di Padang pun Baru Menggelar Salat Idul Fitri Hari Ini

Sama halnya dengan jamaah Thoriqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah Al-Aliyah, jamaah pengikut Tarekat Syattariyah di Padang, Sumatera Barat pun baru merayakan Idul Fitri 1438 H hari ini, Senin (26/6/2017). Salat Ied digelar pagi tadi di Masjid Nurul Huda atau lebih dikenal dengan Masjid Pariaman baru sekitar pukul 08.00 WIB.

“Hasil keputusan dari Ketua Jamaah Syattariyah Sumatera Barat hari ini jatuhnya hari raya Idul Fitri,” papar Guru Syattariyah di Masjid Nurul Huda, Bainullah Tuanku Elok di Jalan Durian, Purus Baru Kota Padang.

Menurut Tuanku Elok, keputusan ini berdasarkan setelah melihat hilal dengan memakai mata telanj*ng kemarin di Koto Tuo, Muko-Muko dan Ulakan Tapakis sebagai sentral Syattariyah di Kabupaten Padang Pariaman. “Kita puasa hanya 29 hari ini,” imbuhnya.

Di masjid Nurul Huda ini yang mengikuti salat Id hanya sekira 17 orang, sepinya para pengikut ini menurut Tuanku Elok para jamaah ini sudah pulang kampung ke daerah masing-masing.

“Biasanya salat Ied ini ramai sampai ratusan orang, kini banyak jamaah kita yang mudik lebaran, ada yang dari Pariaman, Pesisir Selatan, Sijunjung serta daerah lain,” tandasnya.

Baca juga: Ultah Bertepatan dengan Lebaran, Inilah Kejutan Chelsea Islan untuk BJ Habibie

Dalam salat Ied di Tarekat Syattariyah diawali oleh tausiah, kemudian dilanjutkan dengan takbir lalu salat Idul Fitri dan diakhiri oleh kotbah berbahasa Arab, usai kotbah para jamaah berebut menyalami khatibnya.

Salat Ied itu dipimpin langsung oleh Bainullah Tuanku Elok sementara untuk khatibnya Labai Am. “Kita tidak ada tradisi makan bersama di dalam masjid saat Idul Fitri ini, itu adanya saat Idul Adha dan Maulud Nabi,” pungkasnya.