Yang Lain Belum Lebaran, Jamaah An-Nadzir Sulsel Salat Idul Fitri Hari Ini


SURATKABAR.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan bahwa 1 Syawal 1438 Hijriah jatuh pada besok, Minggu, 25 Juni 2016.

Namun, ratusan jamaah An-Nadzir di Kelurahan Romang Lompoa, Kecamaran Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan telah melaksanakan salat Idul Fitri, Sabtu (24/6/2017) pagi.

Dalam melaksanakan ibadah tersebut, jamaah pria tampak mengenakan pakaian hitam dan berjanggut, rambut panjang mereka juga disemir berwarna kuning.

Sementara itu, para jamaah wanita tampak mengenakan jilbab panjang berwarna gelap dengan kain cadar menutup wajah mereka.

Baca juga: Abaikan Larangan Polisi, FPI Tetap Lakukan Takbir Keliling

Ibadah salat Idul Fitri dimulai sekitar pukul 07.00 Wita dan dipimpin oleh Ustad Samiruddin yang menjadi imam sekaligus khatib.

Dalam khotbah yang disampaikannya, Ustad Samiruddin menjelaskan tentang akhlak Nabi Muhammad pada jamaah. Samiruddin juga menjelaskan soal makna Rukun Islam yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

“Rasulullah menyampaikan awal mula Islam dianggap aneh dan asing dan suatu saat Islam akan dianggap aneh dan asing lagi. Kita di tengah-tengah masyarakat saat ini dianggap aneh, maka bergembiralah jika kau dianggap aneh. Sebab, saat ini umat banyak melenceng dari yang dicontohkan Nabi,” ujar Samiruddin, dilansir detik.com.

Dari tahun ke tahun, penentuan jadwal salat Idul Fitri oleh jamaah An-Nadzir memang kerap berbeda dengan jadwal yang ditetapkan Kementerian Agama. Bukan hanya salat Idul Fitri, dalam melaksanakan ibadah puasa, jamaah An-Nadzir pun lebih cepat sehari dibanding keputusan pemerintah.

Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1438 H jatuh pada 27 Mei 2017, sementara jamaah An-Nadzir, memulai puasa Ramadan pada tanggal 26 Mei 2017 lalu.

Untuk menetapkan 1 Ramadan dan 1 Syawal, jamaah An-Nadzir menggunakan tiga metode berbeda, yakni hisab, rukyatul hilal, serta pengamatan fenomena alam, salah satunya adalah dengan mengukur tingkat pasang tertinggi air laut.

Metode pengamatan fenomena alam bisanya dilakukan oleh tim dari jamaah An-Nadzir yang berjumlah 7 orang.