Kisah Nenek Kalidah, Menangis Haru di Bawah Merah Putih Karena Cucu jadi TNI


    SURATKABAR.ID – Kala itu, Komandan Rindam Iskandar Muda Kolonel Inf Niko Fahrizal menutup latihan Yuddha Wastu Pramukha. Ini merupakan upacara pengukuhan serta tradisi pembaretan bagi para prajurit TNI AD yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

    Pada saat itu, Kolonel Niko melihat ada seorang nenek yang tengah menangis di bawah tiang bendera Merah Putih. Karena penasaran, diapun lalu mendekati nenek tersebut dan bertanya kenapa beliau menangis.

    Sambil memegang tangan Kolonel Niko, sang nenek yang ternyata memiliki nama Kalidah tersebut mengaku menangis haru. Cucunya yang dibesarkannya sejak kecil pada hari itu dilantik menjasi salah satu prajurit Infanteri TNI AD.

    “Saya bangga Pak. Cucu saya bisa jadi prajurit TNI seperti Bapak,” kata Nenek Kalidah di Pantai Ujung Batee Aceh Besar, Kamis (22/6/2017) seperti yang tertera di merdeka.com

    Baca juga: Pasangan Ini Diyakini Bisa Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

    Nenek Kalidah bercerita kepada Kolonel Niko jika cucunya bernama Prada Ali Ilham merupakan seorang yatim piatu. Dia lahir di Meulaboh 5 Januari 1998. Sejak usia setahun ternyata Ilham sudah ditinggal orang tuanya sehingga Kalidah lah yang mengasuhnya sedari kecil.

    “Sejak ditinggal kedua orang tuanya, Ilham langsung saya asuh hingga dewasa sampai tamat SMA,” jelas nenek Kalidah.

    Kolonel Niko mengaku turut berbahagia dan bersyukur berkat perjuangan nenek Kalidah mendidik Ilham tidaklah sia-sia. Kini ia bisa merasakan bangga, cucu yang dirawatnya sejak usia satu tahun telah menjadi prajurit TNI AD.

    “Doakan cucu nenek ini agar tetap sehat dan bisa berkarier dan menjadi prajurit yang baik dan menjadi kebanggaan keluaga masyarakat dan satuan barunya,” ucap Danrindam Iskandar Muda Kolonel Inf Niko Fahrizal.

    Baca juga: Bikin Haru, Mark Zuckerberg Ceritakan Pengalaman Buka Puasa Bareng Pengungsi Somalia

    Semoga kisah nenek Kalidah ini memberikan inspirasi untuk semua orang tua yang tengah mengasuh buah hatinya. Jangan pernah menyerah dengan segala kondisi yang ada dan semoga di kemudian hari anak-anak yang dibesarkan dengan kasih sayang akan tumbuh membanggakan, seperti halnya Ilham.