Pasangan Ini Diyakini Bisa Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019


    SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo masih memiliki elekbilitas yang sangat tinggi untuk bisa melaju di Pilpres 2019 mendatang. Meskipun begitu, bukan berarti mantan Wali Kota Solo ini tidak memiliki saingan yang kuat. Partai Demokrat sepertinya menyiapkan sebuah serangan untuk Pilpres 2019 nanti.

    Partai Demokrat ingin mengusung calon internal terbaik sebagai presiden dan juga wakil presiden. Salah satu figur andalan Partai Demokrat yang diunggul-unggulkan adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    Sya’roni, Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani menilai jika pencalonan AHY itu merupakan gebrakan politik yang baik lantaran mencalonkan anak muda sebagai capres. Selama ini generasi tua saja yang mencalonkan diri sebagai capres.

    Sya’roni menyebutkan jika, belajar dari kekalahan yang didera AHY sebelumnya, di pilpres nanti harus mencari pendamping yang memiliki basis yang juga merakyat.

    Baca juga: Terkait Permohonan Patrialis Akbar Jadi Tahanan Kota, Begini Jawaban KPK

    “Pemilihan figur wapres yang tepat juga menjadi penentu dalam meriah kemenangan,” kata Sya’roni pada Jumat (23/6/2017) seperti yang tertera di jpnn.com

    Sya’roni tidak membantah jika salah satu kandidat terbaik yang layak menjadi capres bersama AHY adalah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Sya’roni berpendapat jika keduanya digabungkan, AHY dan Gatot Nuramantyo, akan menjadi capres dan cawapres yang hebat.

    Dan duet tersebut digadang-gadang bisa menjadi pesaing yang kuat dan bisa menumbangkan Joko Widodo yang memiliki elektabilitas yang tinggi.

    Baca juga: Viral Remaja Daftar Pakai Tumpukan Uang Receh, Ini Dia Identitasnya

    “Duet AHY-GN atau sebaliknya, itu duet hebat. Bisa menumbangkan Jokowi,” tegas Sya’roni.

    Dia juga menilai jika Panglima tertinggi TNI itu memiliki popularitas yang baik di masyarakat. Dan setiap apapun yang dilakukan oleh Gatot Nurmantyo menjadi viral dan mendapatkan pujian di masyarakat. Dan oleh sebab itulah ia pantas disandingkan dengan AHY.

    “Seperti kasus Gatot Nurmantyo baca puisi dan salat berjemaah di bawah guyuran hujan lebat,” kata dia mencontohkan