Geger! Para Penerima Suap e-KTP Ramai-ramai Kembalikan Uang ke KPK


    SURATKABAR.ID – Karena ketakutan, beberapa pihak ketiga mengupayakan pengembalian uang dan aset ke KPK terkait dugaan korupsi proyek KTP-elektornik (KTP-e) senilai Rp 236,930 miliar, 1.399.000 dolar AS, dan 368 dolar Singapura. Fakta ini diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada media.

    Seperti diketahui, kerugian negara terkait dugaan korupsi proyek ini mencapai Rp 2,3 triliun dari total dana senilai Rp 5,9 triliun.

    Jika dipersentasekan, pengembalian itu memang masih rendah. Tapi inilah salah satu prestasi KPK yang kini sedang menghadapi serangan dari kalangan anggota Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK. Demikian reportase yang diwartakan kembali dari Tribun, Jumat (23/6/2017).

    Baca juga: Cerdik! Begini Kronologi KPK OTT Rumah Pribadi Gubernur Bengkulu

    Dalam sidang yang beragendakan pembacaan surat tuntutan perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Kamis (22/6/2017), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, disebutkan bahwa pengembalian uang dan aset berasal dari berbagai pihak, mulai dari peserta konsorsium hingga para pejabat di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Irman sendiri yang merupakan terdakwa I dalam kasus ini adalah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri.

    Adapun Sugiharto merupakan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Kemendagri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen.

    Juga diungkapkan dalam surat tuntutan JPU bahwa mantan anggota Komisi II DPR RI, Miryam S Haryani, yang kini menjadi tersangka kasus pemberian keterangan palsu selain menerima pemberian uang sebesar 1,2 juta dolar AS, juga diketahui membagi-bagikan sebagian uang itu kepada seluruh anggota Komisi II DPR.

    Hanya saja, meskipun Jaksa menyebutkan jumlah aset dan uang yang dikembalikan, ada uang yang masih tidak jelas siapa pihak pengirimnya.