Erdogan Telpon Raja Salman Terkait Qatar. Ini yang Dibicarakan


SURATKABAR.ID – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikabarkan telah berkomunikasi dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz, Rabu (21/6/2017). Kedua pemimpin tersebut membicarakan ketegangan di kawasan teluk belakangan ini.

“Presiden Erdogan berbicara dengan Raja Salman melalui telepon dan keduanya sepakat untuk meningkatkan upaya guna mengakhiri ketegangan yang berkaitan dengan Qatar,” kata beberapa sumber di kantor Erdogan, seperti dilaporkan laman Middle East Monitor, dikutip dari republika.co.id.

Sumber tersebut menyebutkan jika Erdogan dan Raja Salman berkomitmen untuk mengadakan pertemuan pada pertemuan G-20 di Hamburg, Jerman, bulan depan. Pertemuan tersebut dijadwalkan untuk membahas beberapa isu, terutama terkait hubungan bilateral kedua negara serta krisis di kawasan Teluk.

Erdogan saat melakukan kontak telepon juga memberikan selamat atas terpilihnya Putra Mahkota Arab Saudi yang baru. “Erdogan juga mengucapkan selamat untuk Mohammed bin Salman atas promosinya menjadi putra mahkota (Arab Saudi),” lanjut sumber tersebut.

Sebelumnya, Erdogan telah sempat mengeluarkan sindiran kepada Arab Saudi. Ia menyebutkan jika sebagai penjaga Dua Masjid Suci seharusnya mempersatukan saudara-saudara Muslim-nya, bukan mengucilkan.

Baca Juga: Bela Qatar, Erdogan Nasehati Arab Saudi

”Sekarang, ada orang-orang yang terganggu karena kita bersama dengan saudara kami, Qatar, kami mengirim dan mengekspor persediaan makanan, obat-obatan dan lain-lain, seharusnya permisi. Tidak masalah, mereka dalam kelaparan atau haus,” kata Erdogan dalam acara iftar atau buka puasa Ramadan dengan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Istanbul, Kamis (8/6/2017), dikutip dari sindonews.com

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa negara Teluk, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yaman, Mesir, dan Bahrain memblokade dan mengembargo Qatar karena dituding menjadi penyokong kelompok teroris. Akan tetapi Turki memilih untuk memberi dukungan penuh kepada Qatar.

Meski membantah segala tuduhan, Qatar menegaskan jika pihaknya enggan untuk melakukan negosisasi dengan negara-negara yang telah mengembargonya.