Di-“bully” Karena Plagiat, Afi Mengaku Ingin B***h Diri


SURATKABAR.ID – Afi Nihaya Faradisa menjadi perbincangan masyarakat Indonesia karena tulisannya yang berjudul “Warisan”.

Namun, beberapa waktu belakangan, gadis asal Banyuwangi, Jawa Timur, ini kerap dituding melakukan plagiat alias menjiplak tulisan orang lain.

Sejumlah cemoohan pun tertuju padanya karena masalah tersebut. Meski telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya, netizen merasa tak puas tetap mem-bully-nya.

Ternyata, segala tudingan dan cemoohan ini begitu membekas bagi Afi. Bukan hanya merasa depresi karenanya, Afi mengaku bahwa dia sempat terpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Baca juga: Novel Sebut Petinggi Polri Terlibat Penyiraman Air Keras, Ini yang Dilakukan KPK

“Saat tudingan itu muncul saya di masih di Jakarta. Saya menangis sendirian di kamar hotel. Saya depresi dan sempat berpikir b***h diri,” tutur Afi, Kamis (15/6/2017), dilansir kompas.com.

Akibat tudingan plagiat itu, banyak hal yang harus dilaluinya. Bukan hanya mendapat cemoohan, Afi juga mengaku kehilangan teman dan gurunya.

“Di-bully orang se Indonesia itu tidak mudah. Saya juga kehilangan banyak teman dan guru saya,” lanjutnya.

Meski saat itu tengah depresi, Afi memutuskan untuk tetap memenuhi sejumlah undangan yang telah disetujuinya dan berbicara di hadapan banyak orang.

“Saya hanya menulis dan semua orang sudah tahu kalau saya suka menulis. Saya tidak menyangka semua jadi seperti ini,” tuturnya.

Afi memang dituding telah menjiplak tulisan milik Mita Handayani. Namun, menurutnya, ia sebenarnya mengenal baik Mita dan telah lama berkomunikasi melalui pesan Facebook.

“Saya dan mbak Mita memang tidak pernah bertemu secara langsung tapi kami sering saling kirim pesan bahkan jauh sebelum kasus itu mencuat. Ketika kasus itu muncul saya yang pertama kali kontak mbak Mita. Kami tidak ada masalah,” akunya.

Baca juga: Nggak Cuma 1, Ini Tulisan Afi Nihaya yang Diduga Plagiat

Meski kini tengah depresi atas tudingan yang diarahkan padanya, Afi mengatakan hanya ingin fokus untuk menyiapkan kuliahnya. Dia juga berjanji akan terus menulis dan menjadi makin baik dari sebelumnya.

“Jika ditanya apakah saya depresi? ‘Yes, I am really broken’. Semoga saya bisa melewati semuanya,” tutupnya.