Soal Teror yang Dialaminya, Novel Buka-bukaan dalam TIME: “Setelah Saya, Siapa Berikutnya?”


SURATKABAR.ID – Novel Baswedan selaku penyidik senior KPK diliput oleh Majalah Time.com. dalam majalah berita mingguan asal Amerika Serikat tersebut, TIME bahkan menyanjung Novel sebagai penyidik korupsi terbaik Indonesia pada judul artikel mereka.

“Ada begitu banyak korupsi yang harus dihadapi,” ungkap Novel (39) kepada TIME membuka artikel berjudul “‘I Don’t Want to Be Sad’: Indonesia’s Top Graft Buster Talks to TIME From His Hospital Bed”, Selasa (13/6/2017), sebagaimana dilaporkan dalam Republika, Rabu (14/6/2017).

Kondisi Novel saat diwawancara di Rumah Sakit Singapura pada 10 Juni 2017 lalu dijelaskan dalam TIME.

“Matanya masih dalam penyembuhan, dan kacamata pelindung ditempelkan di wajahnya. Dia duduk bersandar di tempat tidurnya, matanya terbuka tapi penglihatan kabur, merenungkan siapa yang telah melakukan ini padanya,” tulis TIME.

Baca juga: Jenderal Gatot: Pemimpin Pertama Tentara Indonesia adalah Ulama, Seorang Kiai!

Menurut pengakuan Novel, sejauh ini dirinya sudah mengalami penyerangan sebanyak enam kali akibat amanah yang diemban dalam pekerjaannya. Pada 2011 lalu, sebuah mobil berbelok ke arahnya saat dia mengendarai motor menuju rumah. Dia berpikir itu hanya sebuah kecelakaan sampai hal yang sama terjadi seminggu kemudian.

Saat diwawancarai TIME, Novel ditemani ibunya (62) yang digambarkan TIME duduk di tempat tidur di samping Novel sambil menggosok lengannya. Kepada TIME, sang ibu mengaku prihatin dengan kondisi anaknya, meskipun Novel tak terlalu memperhatikan dirinya sendiri.

“Ya, jalannya benar, menghadapi korupsi itu benar. (Tapi) Bila hal seperti ini (diserang) terjadi, apa yang harus dilakukan? Dia punya anak, apa jadinya masa depan mereka?” sebut ibu Novel dengan prihatin.

Ibunya pun kerap mengkhawatirkan jam kerja Novel Baswedan yang menyita banyak waktu.

“Ketika terjadi seperti ini saya takut. Dia pulang larut malam, kadang tiga hari dalam suatu waktu dia tidak pulang,” sambung dia.

Novel juga mengatakan bahwa kasus penggelapan yang tengah dia tangani kemungkinan akhirnya melibatkan puluhan anggota parlemen, demikian tuturnya masih dalam wawancara yang sama dengan TIME. Namun, dia juga memikirkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan terhadapnya, bahwa keadilan harus ditegakkan.

Novel mengungkapkan bahwa dia tahu Presiden Jokowi memerintahkan polisi untuk memprioritaskan kasus tersebut, namun dia mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah presiden telah mengevaluasi apa arti penyelidikan selama dua bulan dan masih belum menemukan tersangka.

Baca juga: Soal Visa Unlimited Rizieq, Imigrasi: Tak Ada Istilah Unlimited, yang Ada Permanent Residence atau Temporary Stay

“Jika ada seseorang yang bekerja di pemerintahan yang memerangi korupsi yang diserang berkali-kali dan tidak ada satupun kasus yang diselesaikan, ini adalah masalah bagi negara,” tandas Novel kepada TIME.

“Setelah saya, siapa yang akan berikutnya?” lanjutnya, yang menutup ulasan artikel itu.