Jenderal Gatot: Pemimpin Pertama Tentara Indonesia adalah Ulama, Seorang Kiai!

Terungkap sudah jimat kemenangan Jenderal Soedirman


SURATKABAR.ID – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menandaskan bahwa eksistensi TNI hingga saat ini tak bisa dipisahkan dari peran rakyat dan ulama di tanah air. Menurutnya, sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia menjadi bukti peran rakyat dari kalangan kiai dan ulama. Bahkan ia mengungkapkan bahwa pemimpin pertama tentara Indonesia adalah ulama, seorang kiai.

“Jauh sebelum adanya Sumpah Pemuda, jauh sebelum bangsa ini merdeka, anak-anak bangsa ini dididik oleh para kiai,” tutur Gatot dalam siaran pers, Senin (12/6/2017), sebagaimana diwartakan dalam JPNN hari ini, Selasa (13/6/2017).

Jenderal Soedirman Pakai Jimat?

“Para kiai dan santri itulah yang berjuang memerdekakan bangsa ini, bukan TNI! Karena saat itu TNI belum lahir. Marilah kita memahami sejarah bangsa, khususnya sejarah jauh sebelum bangsa ini merdeka,” imbuh Gatot.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menyebutkan bagaimana peran penting Jenderal Soedirman dalam masa kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Negara Ini Menghukum Mati ‘Penista Agama di Facebook’

“Tahukah saudara siapa Jenderal Soedirman? Beliau adalah santri. Beliau bekerja menjadi guru dan kemudian menjadi kepala sekolah. Maka tak heran kalau sebagian orang memanggil beliau Pak Dir, sebagian lainnya memanggil beliau Kiai. Kiai Soedirman,” lanjutnya.

Gatot juga mengungkapkan bahwa Jenderal Soedirman adalah sosok yang saleh. Bahkan ia mengklaim Soedirman tak pernah berhenti berzikir sewaktu bergerilya ke hutan.

“Ketika ada tentara Belanda memburu beliau, salah seorang pengkhianat menunjukkan keberadaan Jenderal Soedirman, tapi si Belanda tidak percaya, ‘Tidak mungkin Soedirman seperti ini. Soedirman yang aku cari bukan seperti ini,’ kata tentara Belanda itu. Sering sekali kejadian seperti itu menimpa Jenderal Soedirman,” ia mengisahkan.

Kemudian, sambung mantan Pangkostrad ini, salah seorang pengikut Jenderal Soedirman pernah menanyakan tentang jimat.

“Pak Kiai itu pakai jimat apa kok selalu lolos dari sergapan Belanda? Ketika diberondong peluru Pak Kiai juga selamat. Apa jimatnya Pak Kiai?’ tanya pengikut beliau,” ungkap Gatot.

“Dijawab Jenderal Soedirman, ‘Kamu mau tahu jimatku? Kamu tahu air kendi yang selalu aku bawa ini? Jimat pertamaku, aku selalu dalam keadaan suci. 24 jam setiap hari aku menjaga wudhu. Kalau batal aku langsung wudhu lagi. Jimat keduaku, aku menjaga sholatku. Jimat ketigaku, aku berjuang hanya untuk negara dan bangsa ini tanpa pernah secuil pun memikirkan diriku pribadi,” ucap Gatot.

Baca juga: Anda Kurang Darah? Ikuti Tips Berpuasa yang Aman Bagi Penderita Anemia Berikut

Selain itu, Gatot melanjutkan, Jenderal Soedirman juga tak pernah mengeluh dan tak pernah marah.

“Pemimpin pertama tentara Indonesia adalah seorang ulama, Kiai, dan dia Jenderal Soedirman!” tegasnya.