Geger! Ormas Ini Minta Wiranto Cekal Amien Rais


SURATKABAR.ID – Sebuah unjuk rasa yang disebut dengan aksi damai dilakukan oleh Patriot Garuda Nusantara atau PGN.

Mereka meminta kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto untuk segera mencekal Amien Rais dan mencoret namanya sebagai tokoh reformasi.

Menggunakan baju berwarna hitam merah dengan tulisan Patriot Garuda NKRI, mereka menggelar aksinya di depan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemanan, Jumat (9/6/2017) kemarin.

Para peserta aksi damai ini secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka juga memperdengarkan sejumlah lagu nasional dalam aksinya. Aneka poster dengan foto Amien Rais dan tulisan yang meminta pencekalan hingga dicoret namanya sebagai tokoh reformasi juga mereka bawa.

Baca juga: Dulunya Seorang Polisi, Pria Ini Pilih Jadi Teroris Setelah Bertemu Tangan Kanan Nurdin M Top

Amien Rais menjadi sorotan dalam aksi PGN ini karena dianggap telah menerima dana hasil korupsi pengadaan alat kesehatan yang melibatkan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari sebesar Rp 600 juta.

Mereka meminta Wiranto mencekal Amien Rais agar tak bisa terbang ke luar negeri dan kabur seperti pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Selain itu, terkait status sebagai Bapak Reformasi juga diminta untuk dicabut karena Amien Rais dianggap hanya memanfaatkan keadaan politik semata.

Dilansir tempo.co, Mereka bukan hanya menuntut Wiranto untuk mencekal Amien Rais, tapi juga ingin mengamankan Jakarta dan pembubaran HTI segera dilaksanakan. Empat perwakilan PGN, yaitu Muhammad Munim, Gus Haris, Bramyand Manalu, dan Sisca, masuk ke dalam kantor Kementerian untuk membicarakan hal tersebut.

Sementara itu, sejumlah anggota polisi tampak berjaga di depan gerbang kementerian. Jumlah mereka tak terlalu banyak, hanya sekitar 10 orang.

Meski para peserta melakukan aksinya di depan kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, situasi lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat tetap lancar.