Bantah Masuk Pansus Angket KPK, Ini Alasan Taufik Ikut Hadiri Rapat


SURATKABAR.ID – Taufik Kurniawan selaku Wakil Ketua Umum PAN membantah kehadirannya dan Hanafi Rais ke rapat Pansus angket KPK merupakan perwakilan resmi dari fraksi. Taufik mengklaim kehadirannya ke rapat Pansus hanya untuk mewakili anggota-anggota fraksi yang berhalangan hadir karena kegiatan lain.

“Kemarin saya dan Mas Hanafi posisinya mewakili fraksi karena mendadak kan, mendadak dalam artian banyak kegiatan agenda teman-teman yang bertabrakan,” ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/7/2017), mengutip Merdeka.

Disebutkan oleh Taufik bahwa ia telah berkoordinasi dengan pimpinan fraksi terkait kehadirannya itu. Taufik menjelaskan, kehadirannya di ruang rapat hanya bersifat situasional agar agenda Pansus untuk memilih ketua bisa dilaksanakan.

“Sudah, situasionil saja, yang penting kan semuanya sah sesuai mekanisme, tidak ada yang salah, tetapi semuanya mengikuti mekanisme karena itu unsur-unsur fraksi begitu,” Tandas Taufik.

Baca juga: Ancam akan B***h Suami, Istri Diperkosa 3 Perampok di Negara Ini. 1 Pelaku adalah WNI

Terlebih lagi, lannjutnya, Hanafi saat ini tengah menjalani ibadah umrah di Arab Saudi sementara Pansus sudah mulai bekerja mulai Senin, minggu depan. Oleh sebab itu, Taufik meminta fraksi PAN segera melengkapi tiga nama perwakilan untuk disetor ke Pansus angket KPK.

“Jadi bagaimana kondisi terakhir, karena Mas Hanafi sedang umrah baru saja berangkat, kita minta fraksi untuk melengkapi kaitan dengan tiga nama anggota pansus dari PAN, yang ini sesuai dengan mekanisme di fraksi,” ungkapnya.

Tidak Didesak Amien Rais

Wakil Ketua DPR ini menepis kehadirannya dan Hanafi atas desakan Amien Rais. Amien sendiri terlihat hadir ke Gedung DPR sebelum rapat Pansus angket KPK berlangsung.

Baca juga: Terungkap! Polisi Lacak Pembuat Website Baladacintarizieq, Ternyata Lokasinya di….

“Oh enggak ada sama sekali. Justru kemarin itu keputusan final dari PAN dari fraksi, dan harapannya katakanlah Pak Amien memberi spirit moral, sepanjang kita niat baik, itu didukung,” tutup Taufik mengakhiri.

Sementara itu,  Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto tak ingin pimpinan Pansus angket KPK tersangkut oleh kasus tertentu sehingga menjadi perdebatan publik. Mengingat politisi Partai Golkar Agun Gunandjar menjadi kontroversi lantaran namanya ikut disebut menerima aliran dana sebesar USD 1,047 juta dari korupsi e-KTP.