Tak Jadi Datangi KPK, Amien Rais Hanya Kirim Utusan


SURATKABAR.ID – Amien Rais, Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) batal menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan terkait penyebutan namanya dalam sidang dugaan korupsi pengadaan alak kesehatan (alkes) yang menjerat Siti Fadilah Supari, mantan Menteri Kesehatan.

Sebelumnya, Amien direncanakan datang ke KPK pada Senin (5/6/2017) siang. Berdasarkan keterangan Ansufri ID Sambo, Ketua Presidium 212 menyebutkan jika mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ini akan datang setelah mendapatkan kepastian diterima kehadirannya oleh pimpinan KPK.

Karena sebelumnya belum mendapatkan konfirmasi dari KPK, Amien memutuskan untuk mengutus dirinya bersama dengan Hanafi Rais dan juga Dradjad Wibowo untuk menemui pimpinan KPK.

Baca juga: Catat! Habib Rizieq Dikabarkan Pulang ke Indonesia pada Tanggal…

“Kami diutus ke sini. Kami mau pastikan dulu bisa diterima nggak, kalau enggak terima alasannya apa? Kalau engak siap, kapan siapnya,” ujar Sambo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/6/2017), dikutip di kompas.com

Sambo menyebutkan dirinya sempat datang ke kediaman Amien Rais sebelum hadir di gedung KPK. Sambo menyebutkan jika Amien tidak datang lantaran pimpinan KPK kemungkinan besar akan menolak permintaanya untuk bertemu.

Sementara itu, Hanafi Rais, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN mendatangi gedung KPK pada Senin siang. Anak Amien Rais ini tiba sekitar pukul 11:45 WIB dan didampingi oleh politisi PAN yakni Dradjad Wibowo. Begitu turun dari mobil, keduanya langung menuju ke gedung KPK tanpa memberikan keterangan kepada awak media yang telah menunggu.

Baca juga: Tegas! Polisi Ciduk Pria 35 Tahun Karena Sering Upload Gerakan Minahasa Merdeka

Sebelumnya, nama Amien Rais disebut dalam persidangan Siti Fadilah Supari di Pengadilan Tipikor pada Rabu (31/5/2017). Berdasarkan jaksa KPK, Amien Rais menerima uang jumlahnya mencapai Rp 600 juta. Uang tersebut  berasal dari keuntungan perusahaan swasta yang ditunjuk lansung oleh Siti Fadilah untuk menangani pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan.