Ini Sebabnya Pimpinan KPK Enggan Temui Amien Rais


     SURATKABAR.ID – Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan bahwa Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan untuk menolak bertemu dengan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Penolakan tersebut akan dilakukan demi menjaga independensi KPK dalam penegakan hukum.

    “Tentu pimpinan KPK punya kewajiban untuk menjaga dan meminimalisir pertemuan dengan pihak terkait yang berperkara,” sahut Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (2/6/2017) kemarin, mengutip reportase Kompas via Liputan6 petang ini.

    Apalagi mengingat nama Amien Rais disebut juga dalam surat tuntutan terhadap mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari. Ini juga menjadi salah satu sebab, menurut Febri, lantaran Amien Rais masih terkait secara langsung dalam rangkaian konstruksi kasus.

    “[Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi] tidak dapat menemui [Amien Rais] kalau masih terkait secara langsung perkara yang ditangani KPK,” tutur Febri.

    Baca juga: Dituding Terlibat Kasus Korupsi, Amien Rais Terbang ke Tanah Suci

    Temui Amien Rais Sama Saja Melanggar UU

    Sementara menurut Mantan Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji, sikap pimpinan KPK tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Indriyanto menyebutkan, Pasal 65 dan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK mengatur bahwa pimpinan tidak diperkenankan mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang terkait dengan perkara yang sedang ditangani KPK.

    Bahkan, undang-undang tersebut memiliki sanksi pidana apabila dilanggar.

    “Juga kode etik KPK melarang hal yang sama. Jadi keputusan pimpinan KPK adalah sudah benar, tepat dan sesuai dengan UU dan kode etik KPK,” tegas Indriyanto saat dihubungi.

    Sebagimana diberitakan sebelumnya, nama mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu disebut dalam persidangan terhadap terdakwa mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/5/2017).

    Berdasarkan fakta persidangan yang dikemukakan oleh jaksa, Amien Rais menerima enam kali pemberian uang yang jumlah totalnya sebesar Rp 600 juta. Uang tersebut berasal dari keuntungan perusahaan swasta yang ditunjuk langsung oleh Siti Fadilah untuk menangani proyek pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan.

    Tanggapi tuduhan tersebut, Amien Rais menguraikan penjelasannya dalam gelaran konferensi pers di rumahnya di Jakarta, hari ini.

    Baca juga: Tanpa Takut, Polisi Klaim Sudah Menggelar Perkara Kasus Rizieq

    Setelah itu, Amien berencana mengunjungi kantor KPK pada pekan depan. Kedatangannya untuk menemui ketua KPK.

    “Hari Senin saya akan minta ketemu Pak Agus Rahardjo dan ketua-ketua KPK yang lain. Syukur kalau utuh,” harapnya.