Dituding Terlibat Kasus Korupsi, Amien Rais Terbang ke Tanah Suci


SURATKABAR.ID – Belum lama ini, Amien Rais dituding telah menerima uang hasil korupsi pengadaan alat kesehatan Kementerian Kesehatan 2005 lalu.

Amien disebut menerima uang sebesar Rp 600 juta yang merupakan hasil korupsi pengadaan alat kesehatan oleh mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Namun, Amien mengaku dirinya akan segera melakukan umroh setelah bertemu Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyebutan dirinya oleh jaksa KPK dalam kasus korupsi yang dilakukan Siti.

“Senin mendatang, saya akan berkunjung ke kantor KPK, menjelaskan duduk perkaranya, sebelum saya berangkat umroh pada 8 Juni ini,” tuturnya di kediamannya di Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017), dilansir tribunnews.com.

Baca juga: Aku Pengen Jadi Istri Habib Rizieq

Amien mengaku, keberangkatannya ke Tanah Suci bukanlah untuk menghindari tudingan yang kini diarahkan padanya. Bahkan, Amien mengatakan bahwa dia sama sekali tak takut meski namanya disebutkan dalam sidang kasus korupsi tersebut.

“Makanya saya ke KPK dulu Senin, sebelum berangkat umroh 8 Juni. Kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umroh, saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amien juga menjelaskan perihal uang Rp 600 juta yang masuk ke rekeningnya. Menurutnya, dia memang menerima uang pada Januari-Agustus 2007.

Namun, uang tersebut merupakan bantuan untuk operasional dari mantan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir.

Rencana Amien untuk menemui Ketua KPK ini sepertinya akan gagal. Pasalnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah memastikan bahwa para petinggi KPK tak akan menemui Amien Rais.

“Pimpinan KPK sangat menghindari pertemuan dengan pihak yang terkait dengan perkara. Kalau ingin melaporkan atau memberi informasi indikasi tindak pidana korupsi, bisa disampaikan di bagian Pengaduan Masyarakat/Dumas KPK,” tutur Febri.

Penolakan ini merupakan cara untuk menjaga independensi sehingga membatasi pertemuan dan komunikasi dengan pihak yang diduga terkait dengan perkara hukum yang sedang ditangani KPK.