Uang Korupsi Alkes Kemenkes Diduga Mengalir ke Amien Rais


    SURATKABAR.ID – Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais diduga terlibat dalam penerimaan uang hasil korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan tahun 2005 silam.

    Amien Rais disebut-sebut telah menerima uang sejumlah Rp 600 juta yang ditransfer ke rekeningnya sebanyak enam kali.

    Trasfer tersebut dilakukan pada tanggal 15 Januari 2007, 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007 dengan masing-masing sebesar Rp 100 juta.

    Tak sendirian, selain Amien Rais, Sutrisno Bachir juga disebut telah menerima uang hasil korupsi itu. Sutrisno dituding menerima Rp 250 juta pada 26 Desember 2006.

    Baca juga: Komentari Kasus Habib Rizieq, Din Syamsudin: Ini Bahaya

    Uang yang diterima Amien dan Sutrisno ini ditransfer dari rekening Yurida Adlaini yang menjabat sebagai sekretaris Yayasan Sutrisno Bachir Foundation. Uang ratusan juta tersebut berasal dari PT Mitra Medidua yang ditunjuk secara langsung untuk menyediakan alat kesehatan tanpa adanya tender.

    Selain itu, Nuki Syahrun yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Sutrisno Bachir juga disebut menerima uang sebesar Rp 65 juta.

    “Adanya aliran dana dari PT Mitra Medidua yang merupakan suplier PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alat kesehatan buffer stok kepada pihak-pihak Partai Amananat Nasional tersebut yakn Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tai Nastito anak terdakwa sendiri merupakan tujuan yang hendak dicapai terdakwa,” ungkap Jaksa Ali Fikri ketika membaca dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (31/5/2017) kemarin, dilansir tribunnews.com.

    Ali Fikri melanjutkan, arahan ini ditujukan kepada Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen Mulya A Hasjmy agar mengurus penunjukan langsung PT Indofarma Tbk.

    “Pada saat memberikan arahan kepada Mulya A Hasjmy saat menunjuk Indofarma dengan mengatakan ‘Ya Mul, PT Indofarma tolong dibantu, apalagi kamu lihat sdri Nuki adalah adik petinggi PAN, sama juga kita bantu PAN kamu ajukan permohonan PL-nya kepada saya’,” lanjut Ali Fikri.

    Dalam kasus korupsi tersebut, Menteri Kesehatan RI 2004-2009 Siti Fadilah Supari dituntut pidana penjara 6 tahun dan denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan.

    Baca juga: FPI Berencara Jemput Habib Rizieq di Bandara, Begini Reaksi Keras GP Ansor

    Siti telah memperkaya PT Indofarma Tbk Rp 364.678.940 dan memperkaya PT Mitra Medidua Rp 5.783.959.060 sehingga telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 6.148.638.000.