Karena Hal Ini, PM Kanada Minta Paus Francis Minta Maaf


SURATKABAR.ID – Justin Trudeau yang merupakan Perdana Menteri Kanada meminta secara resmi agar Paus Francis meminta maaf sehubungan dengan peran Gereja Katolik dalam sistem sekolah di Kanada yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap anak-anak pedalaman selama beberapa dekade. Pada Senin (29/5/2017), Trudeau yang sedang melakukan perjalan ke Italia untuk menghadiri KTT G7 lantas menemui Paus di Vatikan.

“Saya mengatakan kepadanya betapa penting bagi orang-orang Kanada untuk terus maju dalam rekonsiliasi nyata dengan masyarakat pedalaman dan saya meminta agar dia bisa membantu dengan mengajukan permintaan maaf,” tegas Trudeau kepada wartawan setelah bertemu dengan Paus seperti dikutip BBC via Republika, Rabu (31/5/2017).

Trudeau melanjutkan,  dia telah mengundang Paus Francis untuk menyatakan permintaan maaf di Kanada. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Kanada sebelumnya telah terlebih dahulu meminta permintaan maaf dari Paus, sebagai bagian dari proses penyembuhan bagi anak-anak pedalaman yang selamat dari penganiayaan.

Sekolah asrama yang dikelola gereja di Kanada telah didirikan sejak era 1880-an, untuk membawa anak-anak pedalaman dari keluarga mereka agar dapat berbaur dengan masyarakat Kanada. Sekolah asrama terkait sudah ditutup tahun 1996 lalu.

Baca juga: Bikin Haru, Pangeran William Ungkapkan Hal Mengejutkan Ini Terkait Kematian Lady Di

Sekitar 150 ribu anak-anak pedalaman diambil secara paksa dari keluarga mereka dan dikirim untuk tinggal di sekolah asrama. Mereka telah dilarang untuk berbicara dengan bahasa mereka atau mempraktikkan budayanya sendiri.

Budaya Genosida

Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, yang bertugas mengumpulkan bukti-bukti penganiayaan dari anak-anak selamat, menyebut sekolah-sekolah asrama telah menggunakan budaya genosida.

Gedosida adalah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau kelompok dengan maksud memusnahkan—membuat punah bangsa tersebut. Dalam laporannya, komisi lantas merekomendasikan agar Gereja Katolik mengajukan permintaan maaf secara formal.

Sebelumnya, Gereja Anglikan, Presbyterian, dan United sempat mengeluarkan permintaan maaf. Mereka bersama dengan Gereja Katolik membantu menjalankan sekolah-sekolah asrama itu dalam upaya kerja sama dengan pemerintah Kanada.

Baca juga: Resmi! Mulai Kini Habib Rizieq Shibab jadi Buronan Polisi

Tahun 2008, Stephen Harper yang merupakan mantan Perdana Menteri Kanada juga mengajukan permintaan maaf kepada masyarakat perdalaman atas nama warga Kanada. Harper menyebut penganiayaan ini sebagai bagian yang menyedihkan dalam sejarah Kanada.