Tegas! Polisi Sebut Geng Motor yang Makan Korban Akan Dikenakan Hukuman Mati


SURATKABAR.ID – Perilaku geng motor yang semakin hari semakin meresahkan warga belakangan ini makin memprihatinkan. Tak hanya membuat onar dan berkeliaran liar di jalanan, perlakuan ‘main bacok’ yang marak belakangan ini juga kian memakan korban. Tak tinggal diam, Polda Metro Jaya langsung mengerahkan pasukannya yang berada di jajaran Polres dan Polsek untuk menangkap para pelaku tindak kejahatan tersebut. Bahkan polisi pun menegaskan geng motor yang memakan korban bisa dijerat hukuman mati.

“Kepolisian tidak tinggal diam, karena geng motor ini meresahkan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan keagamaan atau dalam menyiapkan kegiatan sahur atau sebagainya, sehingga masyarakat merasa tidak nyaman dan terancam. Makanya tiap Polres melakukan patroli, [pasti dalam] skala besar. Minimal 100 orang anggota ini melakukan patroli di wilayahnya masing-masing,” urai Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Jakarta Utara

Argo menambahkan, polisi juga telah menangkap kawanan geng motor dan menyita senjata tajam seperti parang di wilayah Jakarta Utara, mengutip reportase Merdeka hari ini, Selasa (30/5/2017).

“Memang sebelumnya sudah yang kita tangkap di Jakut ada 4 tersangka bawa sajam, dan juga dia melawan. Saat anggota kita ini sedang melakukan kegiatan, dia malah ramai-ramai mau bacok polisi dengan parang-parangnya dan pedang. Dengan SOP yang ada polisi melakukan tindakan tegas,” tandasnya.

Baca juga: Tanggapi Isu Upaya Adu Domba Dirinya vs Anies Baswedan, Mendagri: Jelas Sekali Itu Fitnah!

Bekasi Kota

Tak hanya di bilangan Jakarta Utara, polisi juga menangkap di beberapa wilayah lainnya yang memang menjadi incaran geng motor untuk melakukan aksinya.

“Di Bekasi Kota ada 11 tersangka yang sudah kita amankan, semuanya menggunakan sajam (senjata tajam), sajamnya bermacam-macam, ada pedang, celurit. Ada juga di Jaktim geng motor yang melakukan kegiatan meresahkan masyarakat, di Depok ada, di Jaksel,” bebernya.

Argo menjelaskan, geng motor ini diusung oleh remaja tanggung yang berawal hanya dari kumpul biasa, namun kerap membawa senjata tajam untuk membuat kerusuhan di jalan.

“Rata-rata dilakukan oleh remaja, awalnya kumpul 2, 3 orang kemudian sampai banyak 15 orangan dengan menggunakan membawa semacam sajam kayak pedang. Nanti kelompok ini menunjuk siapa jadi ketua dari geng ini,” tuturnya.

Yang Berani Bacok, jadi Ketua

“Nanti dia dengan membawa kendaraan sajam itu digoreskan aspal, nanti ketemu orang duduk- duduk ngopi, terus langsung turun dan menyabet. Dari pengakuan inilah, siapa yang jadi pemberani jadi ketua kelompok itu yang berani bacok sampai korbannya meninggal itu,” lanjut Argo.

Harapan Argo ke depannya, geng motor stop melakukan tindak kriminal yang membuat resah warga. Apalagi hingga memakan korban. Pasalnya, hukum tidak main-main dalam menjerat para pelaku. Hukuman matilah yang tengah menanti.

Baca juga: Heboh! Ormas Bawa Bambu Hendak Sweeping Begal di Depok, Lihat Videonya

“Kita berharap kepada geng-geng motor ini tidak melakukan kegiatannya, apalagi melukai orang. Kalau nanti sampai orang itu meninggal, kalau ada perencanaan akan kita kenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana atau 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman bisa hukuman mati, bisa juga UU lain menjeratnya,” demikian ia memperingatkan.