Ingat Dengan Bek legendaris Arema Saat Juara Coppa 2006-2007 Ini? Terungkap! Sekarang Ia Berprofesi Sebagai…


SURATKABAR.ID Sepakbola nasional di era 2000-an tentu tak bisa lepas dari sosok yang satu ini. Siapa lagi kalau bukan mantan bek sekaligus kapten tim Arema Malang, Alex Pulalo. Ternyata seusai menanggalkan sepatu, pemain yang dikenal ‘sangar’ ini malah memiliki profesi yang bikin geleng – geleng kepala.

Meskipun Alex Pulalo dilahirkan di  Jayapura pada 8 Mei 1973, namun Alex justru berkibar pada klub – klub di luar Tanah Papua.

Namanya mulai dikenal di belantika sepakbola nasional saat memperkuat Semen Padang bersama saudaranya Herman Pulalo di awal tahun 90-an.

Alex sendiri merupakan bagian dari generasi emas PSSI Primavera yang dikirim ke Italia,bersama para pemain lain seperti Kurnia Sandi, Bima Sakti dan Kurniawan DJ.

Dalam perjalanan kariernya, pemain yang memiliki spesialiasasi di posisi bek kanan tersebut, memperoleh kejayaannya di Tanah Jawa. Pasca mempekuat Pelita Bakrie dan Persib Bandung, Alex pun pindah ke Malang bersama Arema.

Di klub berjuluk Singo Edan inilah Alex berhasil meraih prestasi tertingginya, dengan mengantarkan Arema menjadi juara Piala Coppa tahun 2006 dan 2007.

Bahkan di Bhumi Arema ini Alex didapuk menjadi kapten. Kebersamaan pemain yang juga punggawa Timnas bersama Arema harus berakhir pada musim 2009-2010.

Pergantian manajemen Singo Edan lah yang membuatnya terpaksa meninggalkan Malang. Saat itu tim Arema lebih banyak diisi pemain muda tak berpengalaman.

Namun pada tahun tersebut Arema yang bertransformasi nama menjadi Arema Indonesia, justru menjadi juara ISL 2009-2010.

Baca juga: Masih Ingat Dengan Skuat Arema Indonesia Juara 2009-2010 Ini? Begini Kabar Para Punggawanya Sekarang

Pasca tidak di Arema, Alex memilih untuk pulang kampung ke klub yang pernah membesarkan namanya, Semen Padang. Bertahan di  Tanah Minang selama semusim, Alex sempat berkostum Mitra Kukar dan mengantarkan tim asal Kalimantan tersbeut promosi dari Divisi Utama ke ISL.

Rupanya, Mitra Kukar menjadi tim terakhir yang dibela pemain yang juga diknenal dengan permainan keras dan ngeyelnya tersebut. Di tahun 2012 Alex akhirnya memutuskan untuk  gantung sepatu.

Sayang selama berkarir 25 tahun di dunia Sepak Bola, ternyata tak menjamin jika hidup Alex akan indah menuju hari tua. Kini jalan hidupnya benar-benar melenceng dari profesi yang pernah dia geluti dulu. Bekas Kapten lapangan Arema Malang itu saat ini menjadi sopir di salah satu perusahaan televisi swasta ternama di Jakarta.

Penghasilannya pun tidak seperti dulu lagi. Jika dulu uang puluhan hingga ratusan juta dia peroleh dari keringatnya menendang bola, kini ayah tiga orang putri itu hanya mengandalkan gaji saban bulan untuk membiayai keluarga kecilnya.

“Mau gimana lagi, saya pikir daripada saya menganggur. Apalagi pemerintah kan tidak ada memerhatikan atlet- atlet yang sudah berjasa membawa bangsa dan negara, ” tutur Alex, seperti dilansir dari Merdeka.

Memutuskan untuk keluar dari dunia yang ia geluti memang bukan tanpa alasan. Karut marut dunia sepak bola tanah air yang berujung lahirnya dualisme kompetisi membuat dia ragu meneruskan kariernya di dunia yang telah membesarkan namanya dulu. Banyak klub menurut Alex yang tak mampu membayar gaji pemain turut mempengaruhi keputusan nya menjadi seorang sopir.

“Saat ini saya masih nyaman sebagai driver. Enjoy saja, ” ujar Alex singkat.