Penulis Buku 'Jokowi Undercover' Akhirnya Divonis Begini Oleh Pengadilan


    SURATKABAR.ID Kasus tuduhan penghinaan terhadap penguasa yang menjerat Bambang Tri Mulyono berakhir sudah setelah , penulis buku ‘Jokowi Undercover’ tersebut, divonis hukuman 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah.

    Majelis hakim PN Blora menilai Bambang terbukti secara sah bersalah telah menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial, yakni Facebook, dengan akun Bambang Tri.

    Dia juga dianggap bersalah telah menghina penguasa. “Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang mengandung unsur pendiskriminasian suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta mengandung fitnah dengan mengaitkan terhadap kelompok masyarakat tertentu,” kata ketua majelis hakim Makmurin Kusumastuti di PN Blora, Jawa Tengah, Senin (29/05/2017).

    “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun,” ujar Makmurin, seperti halnya dikutip dari Detikcom. 

    Sebelum menutup sidang, Makmurin menanyakan tanggapan Bambang atas putusan tersebut. Bambang pun langsung menyatakan banding atas putusan tersebut.

    “Ya, saya menyatakan banding,” jawab Bambang.

    Baca juga: Heboh! Jokowi Komentari Buku ‘Jokowi Undercover’

    Bambang ditetapkan sebagai tersangka karena membuat buku ‘Jokowi Undercover’. Buku tersebut dianggap berbau SARA.

    Bambang menggunakan media sosial untuk mendistribusikan buku itu. Tidak ada toko buku yang menjual hasil karyanya tersebut.

    Bambang pun ditangkap pada Jumat (30/12/2016) oleh Bareskrim Polri di Blora. Dia dibawa ke Jakarta untuk dimintai keterangan.

    Polisi akhirnya menyatakan kasus itu telah lengkap atau P21 pada Senin (27/02/2017). Kasus tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Blora.

    Bambang dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

    Sementara, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ifdhal Kasim menilai vonis 3 tahun penjara untuk penulis buku ‘Jokowi Undercover’, Bambang Tri Mulyono, sudah memenuhi rasa keadilan. Dia berharap kasus ini menjadi pembelajaran, terutama dalam menulis sebuah buku.

    “Tuduhan yang disampaikan Bambang Tri dalam buku ‘Jokowi Undercover’ tidak benar. Semua unsur perbuatan melawan hukum yang didakwakan jaksa penuntut umum pun terpenuhi,” kata Ifdhal dalam keterangan tertulis, Senin (29/5/2017).

    Menurut dia, dalam menyajikan informasi kepada publik, termasuk penulisan buku, harus didasari data yang teruji dan riset mendalam. “Demikian pula terkait pemuatan pernyataan status atau posting di media sosial, seperti Facebook, Twitter, grup percakapan telepon, dan sebagainya,” ucap Ifdhal.

    “Ini yang lebih penting sebetulnya adalah aspek edukasinya dari pada punishment,” ujar mantan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ini. http://credit-n.ru/zaymyi-next.html