Luhut Ceritakan 4 Proyek Besar Investasi China, Begini Wanti-wanti Jokowi Soal Komunisme


SURATKABAR.ID – Usai rapat terbatas diselenggarakan pada Senin (22/5/2017), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengurusi investasi China di Indonesia. Sebelumnya, Luhut juga hadir mendampingi Jokowi dalm konferensi Belt and Road Forum for International Cooperation di Beijing, China, 14-15 Mei 2017. Kepada media di kantornya di kawasan Jalan MH Thamrin, beberapa waktu lalu, Luhut sebut Pemerintah Indonesia banyak menawarkan proyek kerja sama dengan China.

“Nah ini, suka atau enggak suka, China punya duit gede lho, dananya sekitar 3 triliun dollar (AS),” tukas Luhut, sebagaimana diwartakan dalam Kompas, Sabtu (27/5/2017).

Selain Indonesia, China juga menawarkan kerja sama dengan negara-negara lainnya. China investasi di Pakistan mencapai 60 miliar dollar AS, Malaysia mendapat sekitar 30 miliar dollar AS, Filipina dapat 24 miliar dollar AS, dan masih banyak lagi, demikian Luhut bercerita. China juga melihat Indonesia sebagai partner yang potensial. Oleh sebab itu, pemerintah menawarkan China untuk berinvestasi dalam beberapa proyek besar di Indonesia.

Proyek-Besar China-Indonesia

Pertama, proyek terintegrasi jalan tol, kereta api, lapangan terbang, pelabuhan, industrial district, dan properti area di Bitung, Sulawesi Utara. Luhut menjelaskan, perlu adanya pembangunan bandar udara berstandar internasional di Bitung. Pasalnya, lapangan terbang internasional di Manado sudah over capacity.

Baca juga: Wiranto Desak UU Anti Terorisme Segera Dirampungkan

Saat ini, turis asal China di Manado naik sekitar 1200 persen. Tak hanya bandara, hotel dan restoran juga kewalahan menerima turis asal Tiongkok ini, lanjut Luhut.

“Kalau proyek di Bitung jadi, maka nanti akan ada jalan kereta api sampai Gorontalo, akan jadi satu kawasan tersendiri dan nanti turis bisa ke tempat lain. Seperti ke Bunaken, Wakatobi, Bali, Toraja,” ujarnya.

Kedua, Pemerintah Indonesia juga menawarkan proyek di Kalimantan Utara. Di sana, kata Luhut, ada potensi listrik sebesar 7200 megawatt. Luhut menerangkan, pemerintah berencana membangun smelter di sana.

Smelter ialah fasilitas pengolahan hasil tambang yang berfungsi meningkatkan kandungan logam seperti timah, nikel, aluminium, tembaga, emas, dan perak hingga mencapai tingkat yang memenuhi standar sebagai bahan baku produk akhir.

Saat berada di China, Luhut bertemu dengan salah satu perusahaan terbesar di dunia asal China, CITIC Group. Luhut mengatakan, aset yang dimiliki CITIC mencapai 300 miliar dollar AS.

“Saya minta mereka masuk (investasi di proyek pembangunan smelter). Karena mereka ada pengalaman hidropower juga, tapi saya minta mereka harus perhatikan limbah,” papar Luhut.

Luhut meminta CITIC menggunakan teknologi terkini dalam mengolah limbah tersebut. CITIC menyepakati penawaran Luhut. CITIC lantas menjanjikan mengolah law material yang mereka datangkan dari Australia dan Afrika di Kalimantan Utara pada Luhut.

Ketiga, Indonesia menawarkan China berinvestasi di Sumatera Utara. Luhut membeberkan, pemerintah berencana membangun infrastruktur mulai dati Kuala Tanjung, Parapat, hingga Sibolga.

Pemerintah menginginkan adanya jalan terintegrasi dari Sumatera Utara hingga Pekanbaru, Duri, dan Dumai. Nantinya, jalan itu juga akan terintegrasi dengan industri-industri. Dengan demikian, lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat akan bertumbuh.

Keempat, pemerintah Indonesia juga mengusulkan kembali menghidupkan jalan kereta api di Selatan Pulau Jawa. Mulai dari Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur. Hal itu diperlukan karena saat ini, pembangunan jalur kereta api terkonsentrasi di Utara Pulau Jawa.

Selanjutnya, Luhut mengatakan masih banyak program yang dibicarakan secara bilateral antara Presiden Jokowi dengan Presiden China Xi Jinping. Contohnya seperti kerja sama kelapa sawit yang nantinya dapat menguntungkan pengusaha kecil.

“Tapi saya bilang sama China juga, ‘kalian bikin saja biodiesel processing plan-nya di Kalimantan dan Medan, supaya kalian juga investasi’. Dengan begitu, mereka untung, kita untung, dan mereka setuju sekali,” beber Luhut.

Menariknya, lanjut dia, Xi Jinping banyak menawarkan skema bantuan pembangunan di Indonesia. Untuk menindaklanjuti rencana kerja sama ini, akan ada tim yang kembali ke Tiongkok pada 19 Juni mendatang.

Pemerintah juga akan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan masih banyak lagi.

Wanti-wanti Jokowi Soal Komunisme

Meski begitu, banyaknya investasi China di Indonesia ini bukan tanpa risiko. Ditegaskan Luhut, Pemerintah Indonesia akan menghadapi risiko yang akan datang tersebut. Risiko pertama adalah isu komunisme.

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi telah mengumpulkan pemangku kebijakan terkait. Seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala BIN Suhardi Alius, hingga Menkopolhukam Wiranto.

Jokowi menginstruksikan agar seluruh unsur intelijen memastikan tak ada ideologi komunis yang masuk ke Indonesia.

“Kalau ada, (Jokowi bilang) segera tindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang ada. Jadi Polisi, TNI, dan intelijen, tiga institusi ini bekerjasama,” tandas Luhut.

Selain itu, ia menyayangkan banyak pihak yang menyebar isu bahwa paham komunis berkembang di Indonesia. Ia meminta pihak-pihak tersebut memberi data dan fakta yang jelas, tak hanya melempar isu saja. Jika memang benar ada, pemerintah akan menyelidiki dugaan tersebut.

“Seluruh elemen teritorial dikerahkan untuk itu. Perintah Presiden kemarin,” jelas Luhut.

Soal Illegal Workers

Baca juga: Berkat FPI dan FBR, Polisi Gagalkan Tawuran Geng Motor di Kawasan Ini

Isu lainnya yang perlu diantisipasi adalah illegal workers atau buruh ilegal. Presiden Jokowi memerintahkan seluruh elemen teritorial untuk memantau dan memastikan bahwa tidak ada buruh ilegal yang masuk ke Indonesia. Untuk mengantisipasi masuknya buruh ilegal di Indonesia, pemerintah menyiapkan buruh potensial.

“Dengan professional training. Mereka bisa log on di sini atau kirim ke pabrik yang nanti akan bekerja di sini,” urai Luhut.