Terus-terusan Dituding Pilih Kasih dengan Aksi Bakar Lilin, Begini Klarifikasi Tito Karnavian


SURATKABAR.ID – Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhhirnya buka suara terkait tudingan sebagian netizen yangmenyebutkan jika pihak kepolisian pilih kasih terhadap aksi bakar lilin untuk Ahok. Tito Karnavian membantah penerapan standar ganda dalam mengamankan aksi unjuk rasa umat Islam dengan aksi bakar lilin Ahok.

“Dalam penanganan aksi, prinsipnya kami mengedepankan equality before the law, persamaan di muka hukum. Kami tetap bersandar pada ketentuan unjuk rasa itu merupakan hak masyarakat yang diatur Undang-undang,” papar Jenderal Tito, seperti yang tertera di republika.co.id

Ia juga menjelaskan jika standar pengamanan unjuk rasa adalah batas waktu untuk unjuk rasa di luar gedung pukul 18:00 sementara di dalam gedung 22:00. Usai putusan vonis Ahok, sejumlah pendukung melakukan aksi bakar lilin dan mengirim bunga karangan.

Dalam melakukan pengamanan terhadap aksi bakar lilin, polisi menerapkan ketentuan dengan pengamanan sejumlah aksi yang diprakarsai GNPF-MUI. Di beberapa aksi lilin yang melebihi batas waktu, polisi berupaya untk membubaran secara persuasif dengan memberdayakan polwan lantaran peserta aksi umumnya perempuan.

Baca juga: Veronica Tan Trending di Twitter, Begini Reaksi Netizen Terkait Tangisnya

“Ada beberapa aksi lilin yang dilakukan melebihi jam 18.00, maka Polri melakukan pendekatan persuasif untuk membubarkan massa. Namun pembubaran tersebut tidak langsung dengan upaya paksa tapi persuasif terlebih dulu, kalau tidak bisa diikuti, baru kami bubarkan paksa. Kalau kita lihat saat aksi lilin banyak ibu ibu sehingga kami mendepankan polwan untuk nego,” jelasnya

Ia menyebutkan jika dalam pembubaran massa Ahok, ada yang dapat dibubarkan dengan baik namun ada pula beberapa yang dibubarkan secara paksa. Sehingga Tito menyebutkan tidak benar adanya pembiaran aksi bakar lilin tersebut.

Mantan kapolda Metro Jaya itu menyebutkan jika Polri juga mencegah adanya aksi bakar lilin di daerah, contohnya di Pangkalpinang, Pontianak, dan juga Palu.