Pemprov DKI yang Tak Menutup Diskotek Illigals, Buwas Beri Peringatan Keras


    SURATKABAR.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Prnprov DKI Jakarta. Hal tersebut berkaitan dengan Penprov DKI yang tak kunjung menutup diskotek Illigals di Jakarta Barat.

    Menurut pria yang akrab disapa Buwas tersebut, saat dilakukan penggerebekan telah ditemukan para pengunjung yang positif mengkonsumsi narkoba.

    “Hasil operasi yang ada di DKI, Khusunya di tempat hiburan malam di beberapa tempat semua pengujungnya positif narkoba, maka kita sudah membuat surat kepada Pemerintah DKI untuk tempat-tempat hiburan malam tersebut ditutup sesuai dengan perjanjian yang lalu,” ujar Kepala BNN Komjen Budi Waseso kepada wartawan di kantornya, Senin (22/5/2017), dikutip dari merdeka.com.

    Baca Juga: Terjaring Razia Bersama Belasan Anak Jalanan, Gadis Cantik Ini Ternyata…

    Rasa kecewa Buwas tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, Pemprov DKI telah punya komitmen tentang pemebrantsan narkoba dengan pihak BNN. Menurut Buwas, jika diskotek Illigals tersebut tidak ditutup, maka sama saja membiarkan peredaran narkoba.

    “Jika tidak ditutup maka sama saja Pemerintah DKI tidak komitmen, dan melakukan pembiaran terhadap pengedaran narkoba di DKI Jaya, saya berharap Pemerintah DKI tidak mentolerir hal ini,” tegasnya.

    Lebih lanjut Buwas mengendus ada keterlibatan beberapa oknum yang ada di Pemprov DKI jika pembiaran tersebut terus dilakukan.

    “Ya kalau Pemprov-nya mau main-main begitu ya silakan saja, berarti itukan membuktikan adanya keterlibatan Pemprov, itu kan bearti dia(Pemprov) ikut mendukung, terjadi pembiaran.” tegas mantan Kabareskrim.

    Ia berpesan jika semua pihak termasuk para Aparatur Negara untuk serius dalam memberantas penyebaran narkoba.

    “Semuanya harus serius jangan ngomong saja, jika tidak serius dalam menangani masalah ini apalagi itu Aparatur Negara bisa dianggap kejahatan.” tukasnya.

    Seperti diketahui jika beberapa waktu lalu Diskotek Illigals digerebek. Hasilnya, didapati dua bandar narkoba yakni Dony Irawan dan Nur Rohmadani. Dari tangan keduanya, BNN menemukan 1.000 pil ekstasi, 470 pil Happy Five, 372 paket 0,6 gram sabu, 139 paket 0,5 gram sabu, 16 sedotan bong, 2 bong, dan 3 timbangan digital.

    Pasca razia tersebut, pihak Pemprov sebenarnya telah menerbitkan surat peringatan pada 11 Mei lalu kepada pengelola diskotek.