Punya 473 Program Kerja, Segini Anggaran yang Disiapkan Pemprov DKI untuk Anies-Sandi


SURATKABAR.IDSejak kurang lebih seminggu lalu, tim sinkronisasi sudah mulai mengkaji seluruh program dan kegiatan gubernur dan wakil gubernur terpilih Pilkada DKI Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Akan menjabat selama 5 tahun, Pemprov DKI siap meleburkan 473 kegiatan hasil turunan dari 23 program kerja yang dijanjikan pasangan ini. Ratusan kegiatan tersebut akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Tuty Kusumawati selaku Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menyebutkan, setelah mendapatkan aturan hukum berupa Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 32 Tahun 2017 tentang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2018, Pemprov DKI Jakarta pada dasarnya menampung semua program gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pilkada DKI 2018, Anies-Sandi. Seperti dikutip dari Sindo, Senin (22/5/2017).

Tuty melanjutkan, akhir bulan merupakan batas waktu yang diberikan dalam penyusunan RKPD 2018. Ini berupa Peraturan Gubernur (pergub) RKPD. Untuk itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah langsung berinsiatif mengundang tim sinkronisasi Anies-Sandi pada Sabtu (20/5/2017) di ruang pola Balai Kota DKI Jakarta atas perizinan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

“Pertemuan Sabtu (20/5/2017), kami hanya mendapatkan jumlah program dan kegiatan dari tim sinkronisasi Anies-Sandi. Dari 23 janji di uraikan ada 154 program dan di-breakdown ada 473 kegiatan. Nah 473 kegiatan itu akan dicocokkan dengan program yang ada di e-budgeting selama tiga hari sejak Senin-Rabu (24/5/2017),” ungkap Tuty sewaktu dihubungi kemarin, Minggu (21/5/2017).

Baca juga: Heboh Pesta Gay, 141 Orang Ditangkap. Dua Pria Berasal dari Negara Ini

Anggaran Belanja Kisaran RP 35-36 Triliun

Menurut penjelasan Tuty, program dan kegiatan yang sudah disusun dalam RKPD 2018 dan disimpan di e-budgeting sendiri ada 239 program dengan 20 ribu lebih kegiatan. Jumlah tersebut menjadi dasar penyesuaian 473 program Anies-Sandi. Nantinya jika ada kesamaan, kegiatan tersebut sudah menjadi rumahnya.

Terpenting, tidak boleh menghilangkan kegiatan yang ada karena ketidak sesuaian program dalam pembahasan tiga hari nanti. Namun, boleh ditambah asal masuk dalam penyesuaian anggaran belanja langsung yang berkisar diangka Rp 35-36 Triliun.

6 Program Prioritaskan

Dikatakan Tuty, belanja langsung 20 ribu kegiatan yang ada saat ini berkisar sekitar Rp 47 Triliun. Prioritas yang akan dikerjakan berada dalam program Pendidikan, Transportasi, Kesehatan, Pengendalian Banjir, Perumahan dan Permukiman, Kebersihan, dan lainnya.

Sayangnya, Tuty belum dapat menyebutkan berapa persisnya anggaran kegiatan yang digunakan pada 2018, termasuk kegiatan anggaran prioritas. Sebab, tambahnya, RKPD belum final dan besaran pendapatnya baru dapat dihitung pekan depan.

“Ada selisih Rp12 Triliun belanja langsung dari yang tersusun dengan alokasi perkiraan anggaran belanja langsung yang dihitung dari perbandingan belanja langsung tahun lalu sekitar Rp32 Triliun. Makanya nanti disingkronkan, apakah ada yang mirip, jadi kita lihat programnya. Kami belum dapat detail berapa perkiraan anggaran 473 kegiatan Anies-Sandi,” tukasnya.

Sekda Pemprov DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Senin (22/5/2017) menyebutkan, perubahan masih bisa terjadi sewaktu-waktu dalam proses diskusi.

Baca juga: Tunangan Raisa-Hamish Daud, “Hari Patah Hati Nasional” jadi Trending Topic Indonesia

“Ini kan lagi didiskusikan, kan katanya ada 473 kegiatan. Ya mungkin saja dari banyak itu ada beberapa persen yang sebetulnya sama mirip dan yang tidak ada, tinggal dikurang atau ditambah nomenklatur itu terjadi di sini,” tutur Saefullah.