Soal Dana Haji, Begini Peringatan Amien Rais pada Jokowi


    SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki rencana menggunakan dana haji yang sudah terkumpul untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur nasional. Seperti pembangunan jalan tol dan pelabuhan.

    Namun, Amien Rais tampaknya tak setuju dengan rencana ini. Ia juga meminta agar pemerintah menimbang ulang.

    “Dana haji jangan diserobot untuk pembangunan,” ujar Amien Rais dalam acara Refleksi 19 Tahun Reformasi di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017), dilansir tribunnews.com.

    Amien menuturkan, pemerintah Jokowi sengaja mengalokasikan dana haji senilai Rp 90,6 triliun untuk membiayai pembangunan karena repatriasi tax amnesty yang tak sesuai target.

    Baca juga: Inilah 9 Kritik Tajam Amien Rais untuk Presiden Jokowi

    “Karena dari tax amnesty, dana repatriasi dikit. Jadi pemerintah megap-megap,” tutur Amien.

    Menurut data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, realisasi reptariasi hasil amnesti pajak hingga batas waktu akhir Maret 2017 sebesar RP 128,3 triliun. Meski nilainya telah naik dari akhir Februari yang sebesar Rp 121 triliun, namun nilai ini masih lebih rendah dari komitmen dana repatriasi sebesar Rp 146,6 triliun.

    Dengan perbandingan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada Rp 18,3 triliun dana repatriasi dari wajib pajak (WP) yang belum terealisasi dan masuk laporan Ditjen Pajak.

    Sementara itu, dana haji yang terkumpul akan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di luar Kementerian Agama.

    BPKH yang kini masih dalam proses seleksi anggota ini diinginkan mampu berdiri sebagai badan independen untuk mengelola dana haji secara profesional dan menguntungkan bagi negara.

    Salah satu keinginan Presiden Jokowi adalah untuk menggunakan dana tersebut sebagai investasi pembangunan infrastruktur yang masih membutuhkan dana yang cukup besar.

    Ketua Panitia Seleksi Calon Anggota BPKH, Mulya Effendy Siregar, mengatakan bahwa permintaan Jokowi pada lembaga ini sangatlah jelas. Yakni, dana haji harus diinvestasikan pada proyek yang jelas peruntungannya, seperti jalan tol dan pelabuhan. Dengan begitu, tak ada kekhawatiran dana akan hilang.