BIN Tegaskan Tak Ada Larangan Staf Berjenggot dan Bercelana Cingkrang


SURATKABAR.ID – Publik jagat maya sempat dihebohkan dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia. Pasalnya, dalam surat edaran tersebut, staf atau pegawai BIN tak diijinkan memanjangkan jenggot dan bercelana cingkrang.

Namun, BIN kemudian menegaskan bahwa pihaknya tak pernah mengeluarkan surat edaran bertanggal 15 Mei 2017 itu.

“Bahwa surat edaran tertanggal 15 Mei 2017 dengan Kop Surat BIN yang saya tanda tangani berisikan larangan staf BIN berjenggot dan bercelana cingkrang adalah TIDAK BENAR,” tegas Sekretaris Utama BIN, Zaelani, Jumat (19/5/2017), dilansir tribunnews.com.

Zaelani melanjutkan, surat edaran yang berisi tentang ketentuan penggunaan pakaian dinas dan ketentuan penampilan pegawai BIN adalah bernomor SE-15/IV/2017 dan diterbitkan pada 5 April 2017 lalu.

Baca juga: Larang Pegawai Berjenggot dan Pakai Celana Cingkrang, Ini Alasan BIN

Dalam surat edaran itu, disebutkan bahwa seluruh pegawai bin diperintahkan untuk menaati segala peraturan yang ada dalam berpenampilan dan berperilaku, demi terwujudnya insan BIN yang profesional, obyektif, dan berintegritas.

Dalam surat edaran nomor SE-15/IV/2017 ini, Zaelani juga menyebutkan bahwa tak ada larangan pegawai BIN berjenggot dan bercelana cingkrang.

“Kami harapkan klarifikasi ini dapat memperjelas keadaan yang sebenarnya,” ujar Zaelani.

Sebelumnya, surat edaran BIN bernomor SE-28/V/2017 sempat mengehbohkan publik dan mendapat tanggapan dari sejumlah pihak.

Sebab, dalam surat bertanggal 15 Mei 2017 yang ditandatangani oleh Sekretaris Utama BIN Zaelani itu, disampaikan bahwa pegawai BIN dilarang memanjangkan jenggot dan mengenakan celana cingkrang.

Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Sumanjuntak adalah salah satu pihak yang mempertanyakan aturan tersebut.

“Urgensinya apa? Kalau berjanggut kenapa? Kalau pakai celana cingkrang kenapa? Itu yang harus di jawab BIN,” tanya Dahnil.

Selain itu, Dahnil juga menyebut bahwa aturan yang tertuang dalam surat edaran itu lucu dan tak masuk akal. Sebab, setiap warga negara memiliki kebebasan berekspresi secara fisik dan bebas berpakaian seperti apapun dalam batas kesopnan.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaLaporan Dianggap Palsu, Antasari Didesak Minta Maaf ke SBY
Berita berikutnyaRumah Pria yang Miliki 79 Istri Ini Akan Dijadikan Tempat Wisata