Semasa Kampanye Gencar Tolak Reklamasi, Begini Keinginan Anies Sekarang


SURATKABAR.IDAnies Baswedan dan Sandiaga Uno dengan tegas menolak reklamasi di Jakarta. Hal ini juga menjadi salah satu janji mereka selama masa kampanye.

Anies-Sandi, dengan tegas menolak reklamasi dan berniat untuk menghentikannya sesegera mungkin. Namun, pemerintah pusat ingin agar proyek tersebut terus dilanjutkan.

Meski begitu, anggota tim sinkronasi Anies-Sandi, Marco Kusumawidjaja, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomintmen untuk menghentikan proyek ini.

Sementara itu, sejumlah pulau yang sudah jadi, tak akan dibongkar, tapi akan dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Saat ini, sedikitnya ada empat pulau yang telah selesai dibangun, yakni Pulau C, D, K, dan N. Sedangkan Pulau G baru setengah jadi.

Baca juga: Sebut PDIP Sarang PKI, Begini Nasib Alfian Tanjung Sekarang

Rencananya, Anies akan menjadikan teluk reklamasi sebagai sarana untuk kepentingan publik, seperti lahan untuk berolahraga, rekreasi, serta pentas seni dan budaya. Dengan begitu, pulau reklamasi bisa lebih bermanfaat untuk warga DKI Jakarta.

“Ya itukan janji kampanye seperti itu, bahwa yang sudah terlanjur jadi akan dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan segala macam bisa disitu,” tutur Anies, Selasa (16/5/2017), dilansir kompas.com.

Selain itu, Anies juga menuturkan bahwa ia ingin membangun pelabuhan di salah satu sisi pulau hasil reklamasi.

“Bisa (bangun pelabuhan di lahan reklamasi), jadi itu yang sudah saya sampaikan ketika di debat, bahwa kami ingin warga Jakarta punya pantai. Ya kalau di situ ada berarti merasakan pantai yang terbuka untuk siapa saja, itu salah satu contohnya,” lanjut Anies.

Marco juga menyebutkan bahwa masyarakat juga berharap agar pulau-pulau hasil reklamasi ini bisa digunakan untuk kepentingan publik.

“Ada yang berharap itu dijadikan hutan kota, permukiman nelayan, pantai terbuka di mana kita semua bisa menikmati. Tapi belum ada kesimpulan. Tapi pandunan umumnya untuk kepentingan umum,” sebut Marco.