Masih di Arab Saudi, Rizieq Titipkan 9 Pesan untuk Umat. Apa Isinya?


SURATKABAR.ID – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dikabarkan kembali terbang ke Arab Saudi setelah beberapa hari berada di Malaysia.

Bukan untuk menghindari polisi atau melarikan diri, pengacara Rizieq menuturkan bahwa kliennya terbang ke Arab Saudi karena menilai kasus hukumnya telah dipolitisasi. Rizieq tak segera pulang ke Indonesia sebagai bentuk perlawananya.

Tim kuasa hukum Rizieq, kapitra Ampera juga menegaskan bahwa kliennya tak akan memenuhi panggilan penyidik Dirkrimsus Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus chat ‘baladacintaRizieq’.

Dalam konferensi pers bersama tim hukum GNPF MUI di AQL Center, Tebet Utara, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2017), Kapitra juga menyampaikan sembilan pesan dari Habib Rizieq.

Baca juga: Terungkap! Ini yang Sebabkan Polisi Lambat Usut Kasus Habib Rizieq

Sembilan pesan Rizieq ini juga menjadi alasan perlawanannya terhadap panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Pertama, Rizieq diseret dalam kasus chat dengan Firza Husein karena pengaruhnya dalam aksi Bela Islam.

“Beliau tokoh sentral Aksi Bela Islam,” ungkap Kapitra, dilansir jpnn.com.

Kedua, Rizieq memiliki andil dalam kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketiga, Rizieq ikut serta mengawal proses hukum Ahok yang telah diputuskan bersalah menodai agama Islam.

Pesan keempat, Rizieq dengan tegas menyuarakan ketidakadilan yang terjadi. Keenam, Rizieq sangat istikamah dan melawan kriminalisasi ulama. Oleh karena itu, ia memilih untuk melawan dibanding memenuhi panggilan penyidik.

Ketujuh, Rizieq setia pada NKRI dan pancasila dan menolak penjajahan asing dan aseng. Hal ini berkaitan dengan anggapan bahwa dirinya anti-China.

Kedelapan, Habib mengungkap indikasi kebangkitan dan melawan PKI. Seperti yang diketahui, Rizieq dilaporkan karena mengatakan logo palu arit PKI tercetak pada uang rupiah kertas.

“Kesembilan, beliau menyatukan umat Islam dan menyerukan umat Islam bersatu. Inilah menurut beliau kenapa dia menjadi target dari perkara ini,” tutup Kapitra.