Pasca Jadi Gubernur Terpilih, Sikap Anies Baswedan Ini Malah Berubah 180 Derajat


SURATKABAR.ID Setelah ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilkada DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak lagi sekooperatif dulu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari wartawan.

Bila sebelumnya Anies banyak membicarakan program dan senang diwawancarai, namun kini pasangan Sandiaga Uno itu jika mendapat pertanyaan program yang akan dijalankan, ia lebih banyak menjanjikan wartawan akan menjawab bila saatnya tiba.

Saat ditanya terkait program 100 hari pascapelantikan misalnya, Anies hanya mengatakan akan mengumumkan saat waktunya tiba.

“Pak, di dalam program 100 hari pasca-dilantik, program apa yang akan bapak utamakan?,” tanya seorang Wartawan di Jalan Sawahlunto, Pasar Manggis, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu

“Nanti kita akan umumkan ya. Tunggu waktunya tiba,” jawab Anies.

Jawaban yang sama pun juga diutarakan Anies saat ia ditanya program-program lainnya. Kata “nanti” lebih banyak terucap dari dia.

Sikap seperti ini berbeda ketika Anies masih berkampanye. Ia begitu getol menjelasakan program-program yang dia janjikan untuk warga DKI Jakarta.

Baca juga: Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Anies Angkat Bicara

Sikap yang nyaris sama juga ditunjukkan Anies, terkait dengan suasana trotoar di sepanjang jalan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali diramaikan pedagang kaki lima (PKL). Mantan rektor salah satu univeristas swasta di DKI ini enggan mengomentari lebih jauh terkait hal tersebut.

“Kalau sekarang sudah keluar (PKL-nya) berarti harus ditata sekarang. Setahu saya, saya baru bertugas mulai Oktober. Jadi yang sekarang bertugas mungkin baik merespons ini,” ujar dia di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Jumat, (12/05/2017) seperti dilansir dari Liputan 6.

Menurut Anies Baswedan, lebih baik diserahkan kepada Plt Gubernur DKI yang sekarang dijabat Djarot Saiful Hidayat. “Tentu harus ditata dan sebaiknya fokusnya pada sekarang yang bertugas dulu, karena situasinya ada di depan mata kita hari ini,” kata dia.

“Kalau persoalan hari ini, izinkan kami menghormati yang sekarang sedang bertugas, Pak Djarot, untuk menunaikan tugasnya,” pungkas Anies Baswedan.

Pelebaran trotoar di sepanjang jalan Tanah Abang kini tidak dapat lagi dinikmati para pejalan kaki. Sebab, trotoar di Tanah Abang kembali dipenuhi para pedagang kaki lima (PKL).

Turun dari stasiun Tanah Abang, pejalan kaki harus siap berdesakan dan bersikutan dengan pedagang dan calon pembeli. Tidak hanya itu, setelah berhasil turun ke jalan Tanah Abang, pejalan kaki masih harus mengantre karena trotoar hanya dapat dilalui seperempat saja, selebihnya diisi lapak-lapak PKL.