Mengejutkan! Irak Klaim ISIS Telah Kalah, Dan Pemimpinnya Kabur Entah Kemana


SURATKABAR.ID Pejabat kontra-teror Irak Jenderal Maan al-Saadi mengatakan kepada laman Al Arabiya, pemimpin kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi melarikan diri dari Mosul dan meninggalkan pasukannya untuk mati.

Saadi menuturkan Baghdadi kabur ke lokasi yang belum diketahui dan bisa saja merencanakan serangan internasional berikutnya, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (13/05/2017), via Merdeka.

Menurut Saadi, ISIS sudah sangat terdesak di Mosul dan mereka merasa tidak punya tempat lagi di kota itu setelah beberapa kawasan dikuasai pasukan Irak.

Stasiun televisi Alsumaria Maret lalu melaporkan, Baghdadi menyampaikan pernyataan mengakui kekalahan ISIS di Irak. Pada waktu itu dia menyerukan kepada para pendukungnya untuk kabur atau bersembunyi.

Sumber di Provinsi Nineveh menyebut pernyataan Baghdadi itu sebagai ucapan perpisahaan dan disebarkan kepada para ulama ISIS.

Baca juga: Ngeri! Beredar Video Anak 8 Tahun Pengikut ISIS Ancam B***h Warga Australia

Diwartakan oleh BBC Indonesia sebelumnya, nama Abu Humam Bakr bin Abd al-Aziz al-Athari, menulis biografi Baghdadi terutama untuk menggarisbawahi sejarah keluarga Baghdadi.

Dia menyatakan Baghdadi memang keturunan Nabi Muhammad, salah satu persyaratan kunci dalam sejarah Islam untuk menjadi khalifah atau pemimpin semua warga Muslim.

Baghdadi dikatakan berasal dari suku al-Bu Badri, yang sebagian besar berada di Samarra dan Diyala, Baghdad utara dan timur, dan secara historis penduduknya dikenal sebagai keturunan Muhammad.

Turki al-Binali kemudian menyebut bahwa sebelum invasi Amerika Serikat terhadap Irak, Baghdadi menerima gelar doktor dari Universitas Islamis Baghdad, yang memusatkan kajian pada kebudayaan, sejarah, hukum dan jurisprudensi Islam.

Baghdadi sempat berkhotbah di Masjid Imam Ahmad ibn Hanbal di Samarra.

Dia memang tidak memiliki gelar dari lembaga keagamaan Sunni seperti Universitas al-Azhar di Kairo atau Universitas Islami Madinah di Arab Saudi.

Setelah invasi AS terhadap Irak di tahun 2003, Baghdadi dan beberapa rekannya mendirikan Jamaat Jaysh Ahl al-Sunnah wa-l-Jamaah (JJASJ), Angkatan Bersenjata Kelompok Warga Sunni, yang beroperasi dari Samarra, Diyala, dan Baghdad.

Di dalam kelompok ini, Baghdadi menjadi pemimpin dewan hukum. Pasukan pimpinan AS menahannya dari bulan Februari-Desember 2004, tetapi membebaskannya karena Baghdadi tidak dianggap sebagai ancaman tingkat tinggi.

Mengikuti jejak al-Qaida di Tanah Dua Sungai mengubah nama menjadi Majlis Shura al-Mujahidin (Dewan Syura Mujahidin) pada permulaan tahun 2006, pimpinan JJASJ menyatakan dukunganya dan penggabungan diri.

Di dalam struktur baru, Baghdadi bergabung dalam dewan hukum.

Tetapi tidak lama kemudian organisasi mengumumkan perubahan nama kembali di akhir tahun 2006 menjadi Negara Islam Irak (ISI) Baghdadi menjadi pengurus umum dewan hukum provinsi di dalam “negara” baru disamping anggota dewan penasehat senior ISI.

Ketika pimpinan ISI, Abu Umar al-Baghdadi, meninggal pada April 2010, Abu Bakr al-Baghdadi menggantikannya.

 


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaDiusir Warga Manado, Akhirnya Fahri Hamzah Bersuara
Berita berikutnyaPasca Jadi Gubernur Terpilih, Sikap Anies Baswedan Ini Malah Berubah 180 Derajat