Jika Penahanan Ahok Ditangguhkan, GNPF: Tangguhkan Juga Al Khaththath!


    SURATKABAR.ID – Kapitra Ampera selaku Tim Kuasa Hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI meminta agar Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Gatot Saptono alias Muhammad Al-Khaththath ditangguhkan penahanannya. Hal itu untuk menanggapi jika ada penangguhan penahanan pada Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang divonis dua tahun penjara karena kasus penodaan agama.

    “Kalau itu dilakukan (penangguhan Ahok) maka Al-Khaththath, Abu Bakar, dan mahasiswa yang ditangkap itu juga harus bisa ditangguhkan penahanannya karena mereka punya hak!” tandas Kapitra ditemui usai shalat Jum’at di Masjid Al Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/5/2017). Seperti dilansir dari Kompas, Sabtu (13/5/2017).

    Kapitra melanjutkan, seharusnya proses hukum tetap dilakukan secara adil. Jangan sampai melakukan penahanan dengan tuduhan yang tidak jelas.

    “Mereka ditahan enggak jelas, dituduh makar sementara prosesnya tidak ada. Jangan pihak dia (Ahok) aja dong,” sahut Kapitra.

    Baca juga: Soal Kontroversi Sebar Data Pendukung Ahok, Mendagri Dianggap Langgar 6 Aturan Ini

    Menurut Kapitra Ampera, pengajuan penangguhan penahanan ini pun harus melalui berbagai proses dengan adanya pernyataan banding dari kedua belah pihak.

    “Pengajuan penangguhan penahanan harus ada pernyataan banding dari kedua belah pihak. Waktunya seminggu setelah putusan. Lalu terdakwa dan kuasa hukum membuat memori banding selama 14 hari setelah itu jaksa penuntut umum (JPU) membuat kontra memori dan bekerja sama,” Kapitra menjelaskan.

    Setelah itu, lanjut dia, baru dilimpahkan ke pengadilan tinggi (PT). Kemudian, PT yang membuat berkas surat penetapan majelis.

    Maka, Kapitra menekankan yang memiliki kewenangan untuk menolak atau menerima penangguhan adalah majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara.

    Penahanan Al-Khaththath Diperpanjang

    Seperti diketahui, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Gatot Saptono alias Muhammad Al-Khaththath sejak bulan lalu telah diperpanjang masa penahanannya selama 20 hari lagi oleh kepolisian.

    Dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, ini dikarenakan pihak kepolisian masih membutuhkan keterangan dari Khaththath terkait aktivitas makar yang dituduhkan kepadanya.

    “Penahanan Al-Khaththath sudah kami perpanjang kemarin [jadi] selama 40 hari sejak tanggal 18 kemarin,” sebut Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/4/2017) silam.

    Baca juga: Empat Stasiun TV Ini Ditegur KPI karena Siarkan Iklan Perindo

    Argo mengatakan, Khaththath akan tetap ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ia ditahan di sana bersama empat rekannya yaitu Zainuddin Arsyad, Irwansyah, Veddrik Nugraha alias Dikho, Marad Fachri Said alias Andre.

    Sejauh ini, sudah ada delapan saksi dan dua ahli yang diperiksa terkait kasus dugaan makar yang menimpa mereka.