Negara Barat Kritisi Vonis Ahok, Tanggapan Fadli Zon Tak Terduga


    SURATKABAR.ID – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan penistaan agama dan dijatuhi hukuman pidana penjara dua tahun.

    Vonis majelis hakim ini tak hanya mendapatkan protes keras dari para pendukung Ahok, tapi juga mengundang reaksi dari dunia internasional.

    Vonis yang dijatuhkan terhadap Ahok juga menjadi pembicaraan hangat di sejumlah media internasional. Bahkan, Dewan HAM PBB juga meminta pada Indonesia agar meninjau ulang hukuman tersebut.

    Kami prihatin atas hukuman penjara yang dijatuhkan kepada Gubernur Jakarta atas dugaan penistaan melawan Islam. Kami meminta Indonesia untuk meninjau kembali hukum penistaan tersebut,” tulis Dewan HAM PBB di akun resmi milik mereka, @OHCHRAsia, Selasa (9/5/2017), dilansir merdeka.com.

    Baca juga: Mendagri Surati Wanita yang Provokasi Massa Setelah Vonis Ahok. Siapa?

    Bukan hanya Dewan PBB, perwakilan Inggris juga buka suara soal vonis tersebut.

    Saya kenal @basuki_btp. Mengagumi kerjanya untuk Jakarta. Percaya dia tidak anti-Islam. Doa saya untuk Bu Vero dan keluarga. Para pemimpin harus menjaga toleransi dan kerukunan,” cuit Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik.

    Begitu pula dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan. Menurutnya Undang-Undang Penodaan Agama di seluruh dunia mengancam kemerdekaan demokrasi di suatu negara.

    Tak hanya itu, parlemen Belanda juga turut menyampaikan pendapatnya tentang vonis tersebut. DPR Belanda meminta agar Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders menyampaikan kekhawatiran parlemen pada Uni Eropa.

    Mendengar protes dari dunia internasional ini, tanggapan Wakil Ketua DPR Fadli Zon sungguh tak terduga.

    “Mereka itu ngawur tahu apa mereka tentang Indonesia. Mereka urusin saja negara masing-masing itu negaranya saja enggak beres kok. Jadi enggak usah ikut campur urusan dalam negeri dan urusan hukum di Indonesia apalagi negara itu Belanda dan sebagainya,” tegasnya, Rabu (10/5/2017) kemarin.

    Bukan hanya meminta agar mereka tak ikut campur urusan dalam negeri Indonesia, Fadli juga menyindir balik mereka. Fadli menilai, mereka sendirilah yang kerap melakukan diskriminasi terhadap warga negaranya.

    Baca juga: Inilah 14 Nama yang Boleh Jenguk Ahok, Kenapa Djarot Tak Masuk Daftar?

    “Itu kan mereka yang intoleran kan mereka yang banyak sekali melakukan diskriminasi kepada warga negara mereka sendiri. Amnesty international ini apa mengerti apa dia urusin aja itu Aleppo Libya, Irak dan sebagainya,” pungkas Fadli.