Anggota Satpol PP Tiduri ABG Setelah Janji Tak Akan Gusur Warungnya


    SURATKABAR.ID – Sungguh bejat kelakuan SRM, salah satu anggota satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kota Surabaya. Ia harus berurusan dengan polisi setelah menghamili seorang remaja putri yang masih berusia 16 tahun.

    Seperti diwartakan merdeka.com, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menjelaskan jika keduanya berkenalan di warung rujak cingur milik teman tersangka berinisial M di kawasan Medokan Ayu, Surabaya, awal bulan Januari 2017.

    SRM dan juga rekan-rekannya sesama anggota Satpol PP ketika itu kerap melakukan penertiban warung serta bangunan liar. Akan tetapi SRM saat bertemu korban menjanjikan tidak akan menertibkan warung tempat korban bekerja di kawasan Medokan Ayu.

    Baca Juga: Ribuan Liter Miras Hasil Sitaan Hilang, Polisi Salahkan Tikus

    Pria tersebut menjanjikan akan mengamankan warung tempat korban bekerja dengan syarakat korban mau diajak untuk jalan-jalan.

    Menuruti bujukan pelaku, korban akhirnya bersedia diajak ke tempat tinggal SRM di kawasan Rungkut.

    “Persetubuhan pertama terjadi pada 18 Februari 2017, dilakukan tersangka di rumah temannya di kawasan Gunung Anyar, Rungkut,” terang AKBP Shinto Silitonga, Minggu (6/5/2017).

    Setelah berhasil melancarkan bujuk rayunya yang pertama, SRM kemudian mengulanginya. Pada ajakan ke dua, pelaku menjanjikan akan menikahinya dan juga memberika rumah.

    “Persetubuhan kedua terjadi di tempat sama pada 26 Februari 2017. Tapi, begitu tahu korban hamil, tersangka tidak mau bertanggung jawab, orang tua korban akhirnya lapor ke polisi,” ucap Shinto.

    Shinto menjelaskan jika berdasarkan laporan tersebut, polisi menjerat pelaku dengan Pasal 81 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukumannya lima tahun penjara