Jasad Pasangan Ini Ditemukan Dalam Posisi Tak Wajar di Dalam Mobil, Diduga Tewas Saat Indehoi


SURATKABAR.ID – Jasad pasangan pria dan wanita ini ditemukan tewas dalam BMW yang diparkir di New Taipei City, Selasa malam lalu. Diduga tewas saat indehoi, mereka tewas dalam posisi tak wajar. Tubuh sang pria tanpa busana dari pinggang ke bawah, sementara wajah wanita itu tergeletak di atas pangkuan prianya. Polisi masuk ke mobil yang terkunci setelah menerima telepon tentang dua orang yang duduk tak bergerak di dalam.

Setelah melihat dari tempat kejadian, mereka sampai pada kesimpulan bahwa pasangan tersebut kemungkinan melakukan hubungan intim oral sebelum mereka meninggal, sebagaimana diwartakan dalam Taiwan News via Tribun, Sabtu (6/5/2017).

Hingga berita ini dimuat, penyebab kematian pun belum ditentukan. Namun, polisi percaya bahwa pasangan tersebut mungkin meninggal karena keracunan karbon monoksida dari asap knalpot yang masuk dalam kendaraan yang tertutup rapat. Pasalnya, petugas tidak menemukan tanda-tanda b***h diri atau pun pembunuhan.

Keduanya telah diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 49 tahun yang bermarga Song dan seorang wanita berusia 49 tahun bermarga Chen.

Baca juga: Sheila Marcia Kecelakaan, Begini Kondisinya Sekarang

Sebuah laporan di China Times berspekulasi bahwa pasangan tersebut mungkin terlibat dalam hubungan di luar nikah. Namun, polisi belum mengungkapkan informasi lebih lanjut mengenai kasus tersebut.

Saudari Chen mengatakan kepada polisi bahwa Chen pulang pada pukul 8 malam pada hari Senin malam dan tidak berangkat kerja keesokan harinya. Setelah diberi tahu bahwa Chen tidak masuk kerja, wanita tersebut pergi ke polisi untuk mencoba dan menemukan adiknya.

Service Spesial untuk Polisi

Kejadian yang menimpa pasangan di atas mengingatkan pada kasus lain yang serupa. Dilaporkan dari Florida, Amerika Serikat, seorang wanita cantik setempat ditahan pihak kepolisian setelah didapati mengemudi dalam keadaan mabuk. Namun saat hendak dibawa ke kantor polisi ia menyogok petugas dengan memberikan “service spesial oral untuk polisi.”

Dilansir dari Nydailynews via Tribun, Arielle Engert (24) yang juga terdaftar di salah satu universitas di AS dihentikan polisi pada Senin (31/08/2015) sekitar pukul 02.48 dini hari waktu setempat.

Menurut laporan polisi, mahasiswi tersebut mencoba merayu petugas bernama Brian Sudbrink agar tak menilangnya dengan menawarkan “service oral.”

Namun, polisi tak menggubris tawaran tersebut membawanya ke kantor polisi Pinellas County lalu memenjarakannya.

Saat di kantor polisi, petugas turut menemukan ganja dan kokain dalam tasnya.

Bukannya panik, ia malah kembali menawari “oral” kepada petugas bernama Obed Munoz dan Eric Biddle agar dibebaskan. Akan tetapi, petugas kembali menolak tawaran itu dan mendakwanya atas kepemilikan obat-obatan terlarang, mengemudi dalam keadaan mabuk, dan tiga tuduhan upaya penyuapan.

Baca juga: PKB Ultimatum Menteri Susi karena Masalah Ini

Tingkat alkohol dalam darah Engert diketahui dua kali lebih banyak dari batas normal. Engert, yang dalam catatan kriminalnya sudah pernah ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk, membayar uang jaminan sebesar 5.150 dolar AS atau setara Rp 73 juta dan dibebaskan.

Laman Facebooknya menunjukkan bahwa ia adalah seorang mahasiswi di Universitas Florida. Sayang, halaman tersebut kini sudah dihapus.