TNI dan Polri Beda Pendapat Soal Isu Kudeta Terhadap Jokowi


SURATKABAR.ID – Irjen Setyo Wasisto selaku Kepala Divisi Humas Polri mengatakan, sampai saat ini proses penyidikan kasus dugaan kudeta terhadap pemerintahan Jokowi masih bergulir di Polda Metro Jaya. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan setidaknya belasan orang sebagai tersangka.

“Dalam proses penyidikan. Sedang dilakukan penyidikan, tolong sabar,” ungkap Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/5/2017), seperti dilansir dari Tribun.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meyakini upaya kudeta tidak akan mungkin dilakukan kelompok Islam untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

TNI: Itu Cuma Hoax

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menilai adanya kabar soal upaya makar dalam aksi unjuk rasa bela agama itu adalah berita bohong atau hoax. Isu tersebut hanya disebarluaskan untuk menakuti rakyat Indonesia.

Baca juga: Pria Berkemeja Kotak-kotak Ini Berdiam Diri di Tengah Aksi 55. Untuk Apa?

Dia pun merasa tersinggung dengan adanya informasi yang berkembang di masyarakat, yang mengaitkan aksi umat Islam dengan upaya kudeta pemerintahan Presiden Jokowi.

Polri: Sudah Sesuai Prosedur Sah dalam Penetapan Tersangka Dugaan Kudeta

Di sisi lain, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, menyebut Polri telah memenuhi prosedur yang sah dalam penetapan tersangka.

“Penetapan tersangka sudah memenuhi prosedur yang harus dilalui. Bukti, ada bukti. Bukti kan pasti ada,” tutur Setyo lagi.

Mengenai anggapan Panglima TNI, Setyo enggan mengomentari.

“Tanya Panglima saja itu ya,” imbuh Setyo.

Seperti diketahui, penangkapan pertama terjadi pada 2 Desember 2016, di mana aksi Bela Islam 212 digelar. Saat itu polisi menangkap Ahmad Dhani, Eko, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal Kobar, karena dianggap bermufakat untuk makar.

Penangkapan kedua dilakukan pada 30 Maret 2017. Penangkapan dilakukan menjelang aksi damai 31 Maret atau yang lebih dikenal 313. Orang-orang yang ditangkap yaitu Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath dan empat orang lain berinisial ZA, IR, V, dan M.

Baca juga: Hidup Damai Tanpa Uang, Agama dan Politik, Begini Kisah Warga yang Tinggal di Kota Ini

Dalam talkshow “Rosi” yang tayang di Kompas TV, Kamis (4/5/2017) malam, Gatot berpesan agar setiap aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat jangan dicurigai sebagai aksi yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah.

“Kalau ada demo, jangan dianggap makar. Pasti demo akan dilakukan dengan kedewasaan masyarakat salurkan aspirasinya, dan itu sah-sah saja,” imbau Gatot.