‘Terseret’ Kasus Korupsi BLBI, Rizal Ramli: Ini Pelakuknya Elite Semua


SURATKABAR.ID – Selasa (2/5/2017), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) Rizal Ramli di Gedung KPK, yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

KPK menyebutkan jika pria kelahiran Padang, 10 Desember 1954 ini diperiksa untuk tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung, terkait penerbitan surat keterangan lunas dalam bentuk Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di tahun 2004 yang lalu.

Dan sebelumnya, Rizal Ramli mengaku jika sudah pernah diperiksa oleh KPK tiga tahun yang lalu dalam kasus yang sama seperti sekarang ini. Baliau berharap jika keterangannya di KPK bisa membuka titik terang kasus BLBI yang diduga merugikan negara mencapai Rp 3,7 triliun. Dan Rizal Ramli menyebutkn jika kasus di BLBI ini pelakukan merupakan orang elite semua tanpa memberikan keterangan yang lebih mendalam.

Ia juga menyebutkan jika kesempatan inilah yang bisa digunakan oleh pemerintah Jokowi untuk total membuka kasus tersebut, karena dalam hal tersebut presiden Jokowi tidak memiliki ketrelibatan.

Baca juga: Dituduh Gunakan Donasi untuk Beli Fortuner dan iPhone, Begini Klarifikasi Cak Budi

Selain menyebutkan hal itu, Rizal Ramli menilai ada hal yng janggal pada penerbitan Surat keterangan Lunas (SKL) di Era Megawari. Menurutnya, para obligator yang belum mengembalikan pinjamannya ternyata juga menerima SKL.

“Ada keanehan, kok bisa ada obligor, dan tidak hanya satu, ada beberapa obligor, yang belum melunasi, kok diberi SKL. Ini yang sedang diselidiki KPK,” beber Rizal seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/5) siang, dikutip di tribunnews.com

Rizal menyebutkan jika seharusnya SKL hanya diberikan kepada obligator yang benar-benra telah melunasi kewajiban ke BLBI. Dalam pelaksanaanya, ada obligator yang belum lunasi kewajiban namn sudah mendapatkan SKL.