Soal Rizal Ramli Dipanggil KPK, JK: Dia kan Jadi Menko Ekuin Waktu Itu


SURATKABAR.ID – Rizal Ramli yang merupakan mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri pada era Gus Dur, dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemanggilan disinyalir terkait pengusutan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Sementara itu, Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden mengatakan hal itu wajar, mengingat Rizal Ramli merupakan seorang menteri koordinator saat pemerintahan sebelumnya.

“Dia kan jadi menko ekuin waktu itu. Kasus ini kan terjadi dari Zaman Pak Habibie, Gus Dur dan Megawati,” ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (2/5/2017), seperti dilaporkan dalam Tribun.

Meski begitu, JK berpendapat bahwa ketidakberesan sudah tercium sejak era pemerintahan Soeharto dulu.

“Tapi itu semua hanya membikin kebijakannya saja saat itu. Dan [ketidakberesan] dimulai dari Pak Soeharto,” tambahnya lagi.

Baca juga: Ngeri, Beredar Video Anak 8 Tahun Pengikut ISIS Ancam B***h Warga Australia

Diketahui, Rizal Ramli, ‎mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri meminta KPK tidak melakukan tukar guling terkait pengusutan ‎kasus penerbitan surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menyeret mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsjad Temenggung (SAT) sebagai tersangka.

Hal ini disampaikan Rizal Ramli saat diperiksa sebagai saksi di kasus tersebut, Selasa (2/5/2017) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada awak media, Rizal mengaku mendukung penuh KPK menuntaskan kasus yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 3,7 triliun tersebut.

“Mudah-mudahan penjelasan saya hari ini pada KPK dapat membuka titik terang terkait kasus BLBI,” imbuh Rizal Ramli.

Rizal juga meminta KPK konsisten dan berkomitmen menuntaskan kasus tersebut. Dia berharap tidak ada tukar guling kasus SKL BLBI dengan kasus lainnya. Kekhawatiran Rizal bukan tanpa alasan karena kasus BLBI diduga melibatkan kalangan elit.

“Kami berharap kasus ini tidak ditukar guling dengan kasus yang lain. Seperti kalian ketahui, kasus e-KTP dan kasus BLBI ini pelakunya elit semua. Kami berharap Ketua KPK tidak akan melakukan tukar guling soal ini,” sahutnya.

Baca juga: Soal Rencana Pembunuhan Habib Rizieq di Twitter, MUI Desak Polisi Usut Nathan

Adapun lembaga anti korupsi yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dan memeriksa mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, Selasa (2/5/2017) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/5/2017). Rizal Ramli dipanggil KPK untuk dimintai keterangannya sebagai saksi tentang seluk beluk penerbitan Surat Keterangan Lunas bagi penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL-BLBI) pada tahun 2002.

“Tiga tahun yang lalu, kalau tidak salah, saya pernah diperiksa kasus ini bersama Pak Kwik Kian Gie sebagai saksi ahli. Saya tidak tahu kenapa kasusnya tiga tahun hilang dan muncul lagi dan saya sering dimintakan pendapat,” ungkap Mantan Menteri Rizal Ramli kepada awak media.