Sebarkan! Ini Hubungan Kopi dan Kematian


c9cd514f-39b7-4f3e-8029-7346b42115fa_169

Kopi adalah minuman yang sangat populer, terutama di Indonesia. Kopi kadang menjadi sajian wajib bagi sebagian orang. Di Indonesia sendiri, warung atau kedai kopi jumlahnya sangat banyak, mulai dari pedesaan hingga perkotaan. Tetapi, ternyata kopi punya hubungan dengan kematian dini.

Indonesia adalah salah satu negara terbesar pengekspor kopi. Maka dari itu, kebudayaan masyarakat Indonesia yang berhubungan dengan kopi juga tergolong luar biasa. Bahkan setiap suku atau daerah punya keragaman tersendiri dalam menikmati kopi.

Jika ditinjau dari sisi kesehatan, baru-baru ini ada sebuah penelitian yang menunjukkan beberapa pengaruh positif kopi terhadap kehidupan.

Dilaporkan oleh nationalgeographic.co.id, bahwa para peneliti menemukan banyak bukti yang menunjukan bahwa kopi sangat baik bagi tubuh manusia. Orang yang minum dengan jumlah yang cukup dan teratur, memiliki kemungkinan kecil meninggal yang diakibatkan oleh beberapa penyakit. Misalnya penyakit diabetes hingga penyakit jantung.

Temuan dari Tim kesehatan masyarakat di Harvard University bahwa mengonsumsi  sekitar lima cangkir sehari—bahkan kopi tanpa kafein, dapat membantu mengurangi resiko kematian karena beberapa penyakit.

Akan tetapi, hasil penelitian menunjukan bahwa kopi tidak mampu melawan hasil kerusakan yang disebabkan oleh kopi. Demikian yang dijabarkan oleh peneliti tersebut di jurnal Circulation.

“Pesan utamanya adalah bahwa mengonsumsi sekitar tiga sampai lima cangkir kopi sehari secara rutin, menurunkan resiko kematian yang diakibatkan oleh beberapa penyebab seperti diabetes, penyakit jantung dan b***h diri,”  Frank Hu, seorang profesor nutrisi dan epidemiologi yang termasuk dalam tim peneletian tersebut.

Dilansir dari nationalgeographic.co.id, Prof Hu menerangkan jika kopi tanpa kafein pun bisa mengurangi resiko kematian.

“Dalam studi sebelumnya kopi yang dimaksud adalah kopi berkafein. Namun, dalam penelitian kami, baik kopi berkafein dan tanpa kafein menunjukkan resiko kematian yang lebih rendah,” ujar Hu.

Penelitian ini dilakukan oleh Prof Hu dan rekan-rekannya dengan sumber informasi yang sangat besar. Orang yang terlibat dalam penelitian ini lebih dari 200.000 dokter dan perawat selama lebih dari 20 tahun.

Secara umum, hasil penelitain tersebut menunjukan bahwa peminum kopi memiliki kemungkinan meninggal lebih rendah selama satu dekade dibandingkan dengan mereka-mereka yang memilih untuk tidak meminum kopi secara rutin.

Hasilnya sangat kuat jika peminum kopi tersebut juga tidak merokok. Jika peminum kopi yang merokok tidak dimasukan ke data, maka mereka memiliki kemungkinan meninggal 8-15 persen lebih kecil, tergantung pada jumlah kopi yang mereka konsumsi.

“Bukti kuat ini menjadi berita bagus bagi orang-orang yang minum kopi. Minum kopi memang baik untuk kesehatan,” kata Hu.

Ini memang berita bagus bagi para penikmat kopi. Akan tetapi perlu menjadi catatan penting adalah jumlah kpi yang diminum adalah dalam takaran yang cukup, tidak berlebihan. []


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaAnda Termasuk Orang yang Sulit Bangun Pagi? Baca Tips Berikut Ini!
Berita berikutnyaSitus Israel Kabarkan Penjaga KBS Hamili Orangutan, Ini Kata KBS