Kecelakaan Maut Cipanas, Dishub Jabar Temukan Keganjilan Ini


    SURATKABAR.ID – Kecelakaan maut yang terjadi di jalur puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur menyimpan beragam misteri yang cukup membingungkan.

    Kecelakaan yang diduga terjadi karena fungsi rem yang bermasalah ini mengakibatkan belasan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka berat.

    Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik menuturkan, dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui rem bus yang tak berfungsi yang menyebabkan kecelakaan beruntun itu.

    “Diindikasikan ada masalah pada fungsi pengereman depan, yang berfungsi hanya rem belakang. Bus Mercy menggunakan rem angin dan rem angin ini diduga tidak berfungsi,” jelas Dedi, Senin (1/5/2017), dilansir tempo.co.

    Baca juga: Sebelum Kecelakaan Maut Cipanas, Warga Dapat Firasat Mistis Begini

    Tak hanya itu, Dishub Jabar juga menemukan keganjilan saat melakukan pemeriksaan dokumen bus. Meski memiliki STNK, ternyata kartu pengawas pada buku uji bus tak terdaftar alias palsu.

    “Kartu pengawasnya (pada buku uji bus) itu tidak terdaftar di Kementerian Perhubungan. Secara administrasi, bus itu tidak laik jalan. Administrasinya saja sudah ada indikasi pemalsuan, tidak terdaftar,” jelas Dedi.

    Dedi melanjutkan, perizinan bus pariwisata diatur oleh Kementerian Perhubungan. Minimal setahun sekali bus pariwisata wajib menjalani pemeriksaan kelayakan.

    “Dari hasil investigasi, menurut Kementerian Perhubungan, kartu pengawasnya tidak asli. Terus izin usaha angkutan itu juga palsu. Dari buku uji sementara, bus itu terdaftar di DKI. Tapi hasil koordinasi menemukan bus tidak melakukan uji terhadap kendaraan itu. Jadi bus itu tidak pernah diuji,” lanjutnya.

    Terkait kecelakaan maut di jalur puncak Ciloto dan Selarong, Dedi akan melakukan pemeriksaan ketat perizinan setiap perusahaan bus dan kendaraan.

    “Mobilnya bukan berdomisili di Jawa Barat. Karena itu, kami akan melakukan antisipasi dengan pengecekan serentak di semua PO bahwa setiap kendaraan yang tidak laik jalan tidak boleh melakukan perjalanan,” tegasnya.

    Sementara itu, pihak kepolisian kini masih mencari kernet bus yang menghilang setelah insiden terjadi. Pasalnya, dari pengakuan penumpang, kernet ini telah mengetahui kondisi bus yang tak laik jalan.

    Baca juga: Lebih Pilih Jual Sate daripada Bankir Bergaji Besar di Swiss, Alasan Pria Ini Bikin Melongo

    Sebelum rem bus tak berfungsi dan nyemlung jurang, kernet sempat mengingatkan penumpang dan meminta mereka untuk berpegangan erat.