Kamu Mirip sama Pacarmu? Kalian Jodoh! Inilah Penjelasan Ilmiahnya

Pengalaman hidup pasangan selama bertahun-tahun bisa saja dapat mengubah otot dan kerutan pola wajah, yang menyebabkan kemiripan wajah satu sama lain makin meningkat.


SURATKABAR.ID – Pernahkah kamu dibilang mirip dengan pacarmu? Pasti deh, banyak orang yang bilang, “Wah, kalian berjodoh!”. Ucapan seperti itu sering banget kita dengar dari orang yang melihat kemiripan kita dengan pasangan. Rupanya ucapan seperti itu bukan cuma sekedar mitos atau klise semata. Bahkan penjelasan ilmiahnya sudah terbukti sejak puluhan tahun lalu melalui penelitian yang bergengsi.

Dilansir dari The New York Times via brilio.net, Senin (1/5/2017), sebuah penelitian sekitar tahun 1987-an melaporkan bahwa pasangan mulanya merasa tidak mengalami kemiripan khusus satu sama lain. Tapi setelah 25 tahun menikah, kemiripan mulai terlihat walaupun wujudnya samar. Selain itu, penelitian yang sama juga menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat kemiripan wajah, semakin bahagialah pasangan tersebut (buruan cek kemiripanmu dengan si dia).

Diketahui, peningkatan kemiripan wajah ini merupakan hasil dari saling berbagi emosi selama beberapa dekade, seperti yang disampaikan oleh Robert Zajonc, seorang psikolog di University of Michigan, Amerika Serikat, yang sekaligus melakukan penelitian tersebut.

Dalam studi tersebut, orang diberi foto hitam-putih dari wajah random, kemudian diinstruksikan untuk mencocokkan antara pria dan wanita yang paling mirip. Dua puluh empat foto-foto itu terdiri dari pasangan yang baru saja menikah, sementara dua puluh empat lainnya adalah foto-foto pasangan yang sudah 25 tahun menikah, sebagian besar diambil pada waktu peringatan perayaan pernikahan perak mereka. Semua pasangan ini tinggal di Michigan dan Wisconsin (keduanya di Amerika Serikat) dan berusia 50 dan 60 tahun pada foto kedua (usia pernikahan 25 tahun).

Baca juga: Waduh, Kera Ini jadi Gendut Banget Setelah Kebanyakan Santap Milkshake dan Mie Instan

Studi bersangkutan menemukan bahwa pasangan muda hanya menunjukkan kesamaan satu sama lain pada satu kesempatan. Namun ahli menemukan kemiripan yang pasti di antara pasangan yang telah menikah seperempat abad. Kemiripan itu terlihat dari kerutan dan kontur wajah yang samar namun tetap dapat terlihat, pada pasangan yang telah lama menikah.

Lebih lanjut lagi, Zajonc dan rekan penelitiannya menyatakan bahwa faktor-faktor seperti diet yang sama, dapat berkontribusi dalam kemiripan pasangan. Semisal hasil diet pasangan itu memengaruhi jaringan lemak. Nah, bukti seperti ini ditemukan lebih tampak pada pasangan yang lebih tua usia pernikahannya daripada yang lebih muda.

Zajonc juga menyatakan bahwa orang sering secara tidak sadar meniru ekspresi wajah pasangan mereka dalam urusan empati dan bahwa selama bertahun-tahun mereka berbagai ekspresi yang sama dengan wajah yang sama. Dia menduga bahwa berbagi ekspresi wajah dapat mengidentifikasi emosi karena otot-otot wajah memainkan peran mengatur aliran darah ke otak.

Dari sini otak akan melepaskan bahan kimia yang terkait dengan emosi tersebut. Misalnya, saat kamu tersenyum pada pasangan, otot-otot wajah kalian akan berperan mengalirkan darah ke otak, dan otak akan melepaskan neurotransmiter terkait rasa gembira atau semangat. Lalu, saat pasangan kamu menirukan senyumanmu, dia juga bisa merasakan emosi yang sama seperti kamu. Jadi, di sini akan terjalin saling memahami satu sama lain antara pasangan.

Riset Lain yang Berseberangan

Sementara itu, temuan Zajonc dan rekan sempat dibantah oleh psikolog dari University of California Medical School, San Francisco, Amerika Serikat.

“Pengalaman hidup pasangan selama bertahun-tahun bisa saja dapat mengubah otot dan kerutan pola wajah, yang menyebabkan kemiripan semakin meningkat. Akan tetapi tidak ada alasan untuk percaya bahwa itu ada kaitannya dengan aliran darah ke otak,” tutur pria yang ahli dalam bidang otot yang terkait dengan ekspresi emosional. Pengalaman Ekman sendiri sudah mengidentifikasi konfigurasi khusus lebih dari 100 otot wajah yang membentuk setiap ekspresi emosional.

Pendapat Ekman didukung oleh Louis D’Alecy, profesor fisiologi dan operasi di University of Michigan, Amerika Serikat, yang berkata, “Memang aliran darah di wajah dapat memengaruhi suhu dan darah di otak, tapi sulit dijelaskan bagaimana hal ini akan memengaruhi aktivitas bahan kimia di otak.”

Meski begitu, Zajonc berkukuh pada pendapatnya bahwa kemiripan wajah pasangan dipengaruhi otot wajah dan aliran darah ke otak. Hanya saja ditambah pendapatnya bahwa kemiripan itu ditopang oleh kondisi emosional yang sama di antara pasangan tersebut, yang diperkuat dengan efek kedekatan.

Sejatinya, jika dilihat dari sejumlah riset psikologi, orang memang cenderung merasa klik dengan orang lain yang terasa familiar dengan rupa mereka sendiri.

“Ketika kamu melihat wajah orang yang terlihat seperti wajahmu, kamu cenderung percaya lebih dan berpikir bahwa dia bisa kooperatif,” ungkap Tony Little, peneliti di bidang psikologi dari University of Stirling, Skotlandia. Hayo ngaku, kamu sama pasanganmu pasti merasa mirip satu sama lain, kan?

Atau bisa jadi kamu memilih pacar dengan kriteria X karena selama ini hidup dikelilingi pria atau wanita seperti kriteria itu (misal, kamu pilih si A untuk jadi pasanganmu karena dia mirip ayah, paman atau kakekmu). Ini dikarenakan dari kamu familiar dengan kriteria tersebut.

Jadi, percaya atau tidak orang berjodoh itu wajahnya mirip, dikembalikan lagi ke kamu masing-masing, ya guys. Namun perlu diingat, kemiripan di sini bukan sekadar wajah. Bisa jadi aspek lain seperti kemiripan selera musik, hobi dan sifat. Jadi, jangan buru-buru putus sama pasangan kalau ternyata nggak mirip wajahnya sama kamu. Yang penting kan, kalian saling cinta, melengkapi, dan menyokong keberhasilan satu sama lain. Selamat merajut tali kasih dan bahagia selalu dengan pasanganmu ,ya!

Baca juga: Gempar! Kepala Sekolah Setrum Bocah SD, Ngakunya untuk Diterapi

Masih kurang jelas atau masih kurang yakin juga? Tonton sendiri videonya kalau nggak percaya.