Jelang Vonis Ahok, Jubir KY: “Hakim Tidak Usah Baca Media, Pilih Jalan Sunyi”


SURATKABAR.ID – Farid Wajdi yang merupakan Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) menyebutkan bahwa hakim harus independen dan tidak berpihak pada siapapun terkait kasus dugaan penodaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hal itu juga berlaku bagi lima anggota majelis hakim dalam penanganan perkara kasus yang menyinggung surat Al-Maidah itu. Bahkan, Farid menandaskan agar Hakim memilih jalan sunyi dengan tidak mengintip media sosial terlebih dahulu—termasuk puasa baca koran dan nonton TV.

Seperti diketahui, majelis hakim akan memutuskan perkara Ahok pada Selasa, 9 Mei 2017.

“Profesi hakim adalah profesi yang mulia, wakil Tuhan. Hakim harus memilih jalan sunyi,” kata Farid, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4/2017). Sebagaimana diwartakan dalam Kompas, Sabtu (29/4/2017).

Farid Wajdi berpendapat, hakim diberi kebebasan dalam memutuskan perkara dan sudah dilindungi oleh Undang-Undang. Dalam memvonis terdakwa, kata dia, hakim tidak boleh terpengaruh dengan opini siapapun.

Baca juga: Merasakan Keganjilan, Neno Warisman Desak Hakim untuk Vonis Berat Ahok di Kasus Penodaan Agama

“Hakim tidak usah baca media, pilih jalan sunyi. Hakim tidak boleh baca media sosial,” kata Farid.

Ia lantas menyatakan, KY terus memantau persidangan Ahok. Mulai dari awal hingga pembelaan atau pembacaan pleidoi oleh Ahok dan penasihat hukum.

Adapun KY, lanjut dia, dilarang mengomentari mengenai substansi tuntutan termasuk putusan. Selain itu, KY juga tidak boleh menilai pertimbangan hukum hakim saat putusan.

“Dalam konteks negara hukum, kami tidak boleh mengadili putusan hakim. Semua orang boleh bicara, tapi jangan di luar kompetensi,” tutur Farid menerangkan.

Adapun majelis hakim yang menangani kasus Ahok berjumlah lima orang dan dipimpin oleh Dwiarso Budi Santiarto. Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan Ahok bersalah dan melanggar pasal 156 KUHP tentang penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.

Baca juga: Ini yang Dilakukan Ahok Saat Bertemu Wanita yang 100 Hari Mendoakan Dirinya

Ahok Dinilai Tidak Memenuhi Unsur Penodaan Agama

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) menyatakan bahwa Ahok tidak memenuhi unsur penodaan agama. Ahok dituntut hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Ahok menjadi terdakwa karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Hal ini sontak menimbulkan banyak pro kontra di beberapa lapisan masyarakat beserta tokoh publik.