Merasakan Keganjilan, Neno Warisman Desak Hakim untuk Vonis Berat Ahok di Kasus Penodaan Agama


    SURATKABAR.ID – Mantan artis yang kini merupakan ustazah, Neno Warisman, mendesak hakim majelis agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis seberat-beratnya dalam kasus penistaan agama terkait Al Maidah. Neno yang kini memimpin Gerakan Ibu Negeri (GIN) juga merasakan keganjilan, ia menilai ada yang janggal dalam tuntutan jaksa pada terdakwa. Pasalnya, menurutnya, tuntutan tersebut terkesan seolah ingin melindungi Ahok.

    “Menyaksikan persidangan langsung ataupun lewat TV, saya merasakan ada sesuatu yang ganjil sikap kepada para ahli mendapatkan sikap yang sangat buruk dari tim kuasa hukum,” ujar Neno saat gelar jumpa pers di Sofyan Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017)—sebagaimana direportasekan dalam Merdeka.

    Dia berharap majelis hakim benar-benar menjatuhkan vonis yang seadil-adilnya atas kasus yang telah Ahok lakukan. Hakim, harapnya, terbebas dari segala intervensi saat menjatuhkan vonis Ahok pada 9 Mei mendatang.

    “Kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara [PN Jakut], untuk jatuhkan vonis seberat-beratnya melampaui tuntutan JPU. Kepada Majelis Hakim agar memperhatikan hati nurani bangsa Indonesia yang menuntut keadilan,” harap Neno.

    Baca juga: Salahkan Fatwa MUI, Aldwin: Sudah Tabiat Ahok Selalu Menyalahkan Orang Lain

    Menurutnya, jika vonis maksimal tidak dijatuhkan pada Ahok, dia was-was warga menjadi tak aman.

    “Jika Hakim tidak mempertimbangkan permintaan kami, maka akan berdampak negatif bagi rasa aman masyarakat,” tutupnya.

    Tuntutan untuk Ahok

    Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan kepada terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

    Selain itu, pakar hukum pidana Universitas Indonesia Gandjar Laksmana Bonaprapta menjelaskan, Ahok tak mesti menjalani pidana jika selama masa percobaan tak melakukan tindak pidana.

    Meskipun belum final, namun tuntutan dari JPU tersebut banyak menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat beserta para public figure. Hal ini dikarenakan tuntutan tersebut dinilai terlalu ringan, sehingga dikhawatirkan tidak mendatangkan efek jera bagi yang bersangkutan—mengingat seluruh pihak yang terkait semestinya menjadi teladan dan sorotan masyarakat luas.

    Gandjar Laksmana Bonaprapta menjelaskan, jika Ahok bertindak pidana selama masa percobaan, maka Ahok dapat dipenjara 1 tahun ditambah dengan hukuman pidana yang baru.

    Baca juga: 6 Foto Karangan Bunga Untuk Ahok Ini Bakal Bikin Kamu Baper dan Senyum-senyum Sendiri!

    Adapun hukuman berlaku setelah vonis hakim diputuskan.

    “[Hukuman] berlaku sejak putusan hakim dinyatakan berkekuatan hukum tetap alias inkracht van gewijsde,” papar Gandjar, dalam Kompas, Kamis (20/4/2017).